Bahagia (3): Derita adalah bahagia yang tersembunyi
“Derita” yang dialami saat proses menuju sukses pada dasarnya adalah kebahagiaan yang tersembunyi. Maka, “menderita” untuk menggapai bahagia harus dihadapi. Bahkan dicari. Bukan dihindari. Penderitaan jenis ini justru diperlukan sebagai tahapan evolusi menuju kebahagiaan hakiki.
Baca juga: Video Pengajian Jumat Legi Al-Khoirot
Seperti anak pemalu yang harus “menderita” dengan memaksakan diri tampil berpidato di muka umum agar berani. Orang pemarah yang harus menderita menahan marahnya untuk menjadi sabar. Orang pelit yang menderita dengan memaksakan diri menjadi dermawan. Orang pemalas yang harus menderita menjadi pekerja keras. Anak bandel yang menderita dengan memaksakan diri jadi penurut. Anak kurang ajar yang harus menderita untuk menjadi anak yang santun dan berbudi luhur. Semua akan berujung pada kebahagiaan yang sebenarnya tidak hanya bagi dirinya tapi juga untuk lingkungan di sekitarnya.
Enduring short-term pain, difficulty or sacrifice is a necessary prerequisite for achieving long-term happiness.
