Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form
Cara berlatih kalimat verbal dan nominal dalam bahasa Arab

Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal Bahasa Arab

Posted on June 24, 2017July 11, 2019 By A. Fatih Syuhud

Setelah hafal beberapa ungkapan sehari-hari dan 100 frasa paling populer dalam Bahasa Arab, maka tiba saatnya bagi pelajar bahasa Arab untuk mulai berlatih mengembangkan kosa kata yang dihafal dalam bentuk kalimat sempurna. Baik kalimat verbal (jumlah fi’liyah) atau kalimat nominal (jumlah ismiyah).
Daftar Isi

  1. Berlatih Jumlah Fi’liyah
    1. Kalimat Positif (Kalam Mutsbat)
    2. Kalimat Tanya (Kalam Istifham)
    3. Kalimat Negatif (Kalam Nafi)
  2. Berlatih Jumlah Ismiyah
  3. Jenis Jumlah Ismiyah
    1. Kalimat Positif (Kalam Mutsbat)
    2. Kalimat Tanya (Kalam Istifham)
    3. Kalimat Negatif (Kalam Nafi)
  4. Daftar Lengkap Kata Nafi
  5. Daftar Lengkap Kata Tanya (Adawatul Istifham )

Berlatihlah lima kosa kata setiap hari secara lisan dan tulisan minimal dalam tiga format yaitu kalimat positif, kalimat negatif, dan kalimat tanya. Ingat, secara lisan dan tulisan. Kalau anda belum bisa menulis dalam abjad Arab, bisa ditulis dalam abjad latin.

Note: Tulisan ini dikutip dari buku Belajar Bahasa Arab Modern bagi Pemula karya A. Fatih Syuhud

BERLATIH JUMLAH FI’LIYAH

Cara berlatih:

  1. Dalam setiap table ada fi’il madhi dan mudharik. Untuk tahap awal, gunakan fi’il mudharik saja.
  2. Gunakan 7 kata ganti seperti contoh di bawah setiap menghafal satu kata kerja baru.
  3. Gunakan 3 format (kalam mutsbat, istifham, nafi) setiap menghafal kata kerja baru.
  4. Selain menghafal, usahakan juga menuliskan semua kata baru yang dihafal.


Kalimat Berita Positif (Kalam Mutsbat)

Nama Kalimat Kata Ganti Fi’il Madhi Fi’il Mudharik
كَلاَمْ مُثْبَتْ أنَا Saya ذَهَبْتُ أذْهَبُ إلي المَدْرَسَةِ
نَحْنُ Kami, kita ذَهَبْنَا نَذْهَبُ الي المدرسة
أنْتَ Kamu (lk) ذَهَبْتَ تَذْهَبُ إلي المدرسة
أنْتِ Kamu (pr) ذَهَبْتِ تَذْهَبِيْنَ إلي المدرسة
أنتُمْ Kalian (lk) ذَهَبْتُمْ تَذْهَبُوْنَ إلي المدرسة
هُوَ Dia (lk) ذَهَبَ يَذْهَبُ إلي المدرسة
هِيَ Dia (pr) ذَهَبَتْ تذهب إلي المدرسة


Kalimat Tanya (Kalam Istifham)

Nama Kalimat Kata Tanya Kata Ganti Fi’il Madhi Fi’il Mudharik
كَلاَم اِسْتِفْهَام هَلْ أنَا ذَهَبْتُ أذْهَبُ إلي المَدْرَسَةِ
نَحْنُ ذَهَبْنَا نَذْهَبُ الي المدرسة
أنْتَ ذَهَبْتَ تَذْهَبُ إلي المدرسة
أنْتِ ذَهَبْتِ تَذْهَبِيْنَ إلي المدرسة
أنتُمْ ذَهْبتُمْ تَذْهَبُوْنَ إلي المدرسة
هُوَ ذَهَبَ يَذْهَبُ إلي المدرسة
هِيَ ذَهَبَتْ تذهب إلي المدرسة

Catatan:
– Cara membuat kalimat tanya cukup dengan menambahkan kata tanya sebelum kalimat berita.
– Kata tanya selengkapnya lihat pada “Kata Tanya Lengkap”.

Kalimat Negatif (Kalam Nafi)

Nama Kalimat Kata Ganti Kata Nafi Fi’il Madhi Fi’il Mudharik No.
كَلاَمْ مَنْفِي أنَا لَا ذَهَبْتُ أذْهَبُ إلي المَدْرَسَةِ 1
نَحْنُ ذَهَبْنَا نَذْهَبُ الي المدرسة 2
أنْتَ ذَهَبْتَ تَذْهَبُ إلي المدرسة 3
أنْتِ ذَهَبْتِ تَذْهَبِيْنَ إلي المدرسة 4
أنتُمْ ذَهْبتُمْ تَذْهَبُوْنَ إلي المدرسة 5
هُوَ ذَهَبَ يَذْهَبُ إلي المدرسة 6
هِيَ ذَهَبَتْ تذهب إلي المدرسة 7

Kata nafi selengkapnya lihat di “Kata Nafi Lengkap”.

BERLATIH JUMLAH ISMIYAH

Kalimat Nominal yaitu kalimat yang berpredikat bukan kata kerja, melainkan berjenis kata benda (isim), kata sifat, kata bilangan, kata ganti, atau kata keterangan. Dalam bahasa Arab, kalimat nominal disebut jumlah ismiyah.

Dalam jumlah ismiyah, yang menjadi subyek disebut mubtadak sedangkan predikatnya disebut khobar.

Jenis Jumlah Ismiyah

Dalam penggunaan komunikasi sehari-hari, kalimat nominal terdiri dari tiga macam yaitu: kalimat berita positif, kalimat tanya (kalam istifham) dan kalimat negatif (kalam nafi).

Cara berlatih kalimat nominal harus dilakukan dengan cara mengucapkan atau menuliskannya dalam kalimat sempurna dalam tiga format yaitu kalam mutsbat, kalam istifham dan kalam nafi.

Kalimat Positif (Kalam Mutsbat) Jumlah Ismiyah

No Arti Predikat (Khobar) Subyek / Mubtadak
1 Saya Di rumah فِي البَيْتِ أنَا
2 Kami, kita نَحْنُ
3 Kamu (lk.) أنْتَ
4 Kamu (pr.) أنْتِ
5 Dia (lk.) هُوَ
6 Dia (pr.) هِيَ
7 Kalian (lk.) أنْتُمْ

Catatan: Bentuk predikat atau khobar dalam jumlah ismiyah kebanyakan tidak berubah walaupun subyek (mubtadak)-nya berbeda. Bandingkan dengan jumlah fi’liyah yang fii’ilnya selalu berubah sesuai perubahan kata ganti.

Kalimat Tanya (Kalam Istifham) Jumlah Ismiyah

No Arti Predikat (Khobar) Subyek / Mubtadak Kata tanya
1 Apakah Saya Di rumah? في البيت؟ أنَا هل
2 Kami, kita نَحْنُ
3 Kamu (lk.) أنْتَ
4 Kamu (pr.) أنْتِ
5 Dia (lk.) هُوَ
6 Dia (pr.) هِيَ
7 Kalian (lk.) أنتُمْ


Kalimat Negatif (Kalam Nafi)

No Arti Predikat (Khobar) Subyek / Mubtadak Kata Nafi
1 Saya tidak di rumah في البيت أنَا مَا
2 Kami, kita نَحْنُ
3 Kamu (lk.) أنْتَ
4 Kamu (pr.) أنْتِ
5 Dia (lk.) هُوَ
6 Dia (pr.) هِيَ
7 Kalian (lk.) أنْتُمْ


Daftar Lengkap Kata Nafi (Adawatun Nafi)

Perhatikan, dalam table di bawah dijelaskan bahwa kata nafi (adawat al-manfi) ada yang bisa dipakai untuk jumlah fi’liyah dan ismiyah, ada yang khusus untuk jumlah fi’liyah saja, dan ada yang khusus untuk jumlah ismiyah saja.

Arti Contoh Keterangan Arti Kata Nafi
Saya tidak akan menemanimu besok .. لاَ اُرَافِقُكَ غَدًا فِي سَفَرِكَ  

Khusus untuk jumlah fi’liyah

Tidak لاَ نَفِي
Jangan pergi! لا تَذْهَبْ! Jangan لاَ نَهِي
Saya tidak pergi لَمْ اَذْهَبْ Tidak لَمْ
Saya belum pergi لَمَّا اَذْهَبْ Belum لمَّا
Saya tidak akan pergi لَنْ اَذْهَبْ Tidak akan لَنْ
Anak itu tidak rela مَا رَضِيَ الطّفِلُ Untuk jumlah fi’liyah dan ismiyah Tidak

Bukan

مَا
Ia tidak jelek مَا هُوَ قَبِيْحٌ
Kamu tidak berkunjung kecuali di malam hari لَيْسَ تَزُوْرُ إلاَ فِي الَيْلِ Untuk jumlah fi’liyah dan ismiyah Tidak , bukan لَيْسَ
Nahwu tidak sulit لَيْسَ النّحْوُ صَعْباً
Saat ini bukan waktu untuk menyesali لاَتَ سَاعَةَ نَدَمٍ Khusus untuk jumlah ismiyah Tidak, bukan لاَتَ
Tidak ada dia  kecuali pelajar اِنْ هُوَ اِلْاَ طَالِبٌ Tidak إنْ
Dia bukan pelajar هُوَ غَيْرُ طَالِبٍ Tidak, bukan, selain غَيْرُ
Tidak ada pemisah antara tubuh dan nyawa لا فَصْلَ بَيْنَ الجِسْمِ والرُّوْحِ Tidak لاَ الناَفِية للجِنْس


Daftar Lengkap Kata Tanya (Adawatul Istifham)

Tidak semua kata tanya di bawah ini digunakan secara regular dalam percakapan atau tulisan bahasa Arab modern. Daftar ini hanya untuk diketahui saja untuk kepentingan akademis karena sebagian masih dipakai dalam bahasa Arab klasik.

Arti Contoh Arti Kata Tanya
Apa kamu belajar di Ponpes Al-Khoirot? أأنْتَ تَدْرُسُ فِي مَعْهَدِ الخَيْرَات؟ Apakah أ (همزة)
Apakah sudah menulis surat? هَلْ كَتَبْتَ الِرسَالَة؟ Apakah هَلْ
Siapa yang memasak hari ini? مَنْ يَطْبَخُ اليَوْمَ؟ Siapa مَنْ
Sejak kapan kamu belajar di sini? مُنْذُ مَتَي تَدْرُسُ هُنَا؟ Sejak kapan مُنْذُ مَتَي
Kamu sedang melakukan apa? مَا تَفْعَلُ؟ Apa مَا
Kamu belajar apa? مَاذَا تَتَعَلَّمُ؟ Apa مَاذَا
Kapan kamu akan berangkat? مَتَي تُغَادِرُ؟ Kapan مَتَي
Mengapa kamu menangis? لِمَاذَا تَبْكِي؟ Mengapa? لماذا
Dengan apa kamu pergi ke pasar? بِمَاذَا تَذْهَبُ اِليَ السُوْق؟ Dengan apa? بِمَاذَا
Di mana kamu tinggal? أين تسكن؟ Di mana? أيْنَ
Bagaimana (cara) kamu pergi ke kantor? كَيْفَ تَذْهَبُ اِليَ المَكْتَبِ؟ Bagaimana? كَيْفَ
Bagaimana (cara) kamu pergi ke kantor? أنَّي تَذْهَبُ اِليَ المَكْتَبِ؟ Bagaimana? أنّيَ
Berapa kali kamu pergi bersamanya? كَمْ مَرَّةً ذَهَبْتَ مَعَهُ؟ Berapa? كَمْ
Baju macam apa yang kamu pakai kemarin? أيُّ ثَوْبٍ لَبِسْتَ أمْسِ؟ Macam apa? أيُّ
Kapan kamu pergi ke sekolah? أيان تذهب إلى المدرسة؟ Kapan? أيَّانَ
Bahasa Arab, Belajar Bahasa Arab, Gramatika Tags:Bahasa Indonesia, Learn Arabic

Post navigation

Previous Post: How to Learn Modern Standard Arabic (MSA) Easily
Next Post: Konsultasi Khusus

More Related Articles

Nama Barang yang Biasa Dibeli Jamaah Haji 6. Nama Barang yang Biasa Dibeli Jamaah Haji | Amiyah Arab Saudi Bahasa Arab
Pemimpin ISIS Al-Baghdadi Tewas (2) Pemimpin ISIS Al-Baghdadi Tewas (2) Arab Advanced
Twitter Remarks Leads to British Politician Arrest Twitter Joke Leads to Arrest in Britain Arabic English Indonesian

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Status Hadits Yang Diucapkan Bilal Jumat
  • Hikmah Penundaan Siksa Dunia bagi Pendosa
  • Maksud Hadits Tidak Paham Isi Al-Quran yang Mengkhatamkannya Kurang dari 3 Hari
  • A Prayer for My Sons
  • Kriteria Ulama Besar di Timur Tengah dan Indonesia

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • 21 Hadits Tentang Shalat Witir dalam Kitab Bulughul Maram
  • Pengajian 11 Januari 2026: Muhadzab, Fathul Wahab, Iqna', Konsultasi Islam
  • Pengajian 10 Januari 2026: Tafsir Jalalain Surat Hud Ayat 5 sampai 7 plus Konsultasi Agama
  • Hadits tentang Sedekah Istri dari Uang Nafkah Suami
  • Terjemah Kitab Al-Suyuf Al-Mujliyah karya Yasin Al-Kalidar tentang Batalnya Nasab Baalawi

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Peneliti Yaman Bantah Klaim Nasab Lebih Utama daripada Ilmu yang Diatribusikan ke Ibnu Hajar Haitami
  • Dalil Haramnya Mengaku Dzuriyah Nabi Tanpa Bukti Otentik
  • KH Hasyim Asy’ari Tidak Punya Guru dari Kaum Habib Ba’alawi
  • Daftar Kitab Nasab Abad 5 – 10 H Yang Mencatat Dzuriyah Nabi Muhammad
  • Summary of Book Ahlussunnah Wal Jamaah: Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme