Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form

Maksud Hadits Tidak Paham Isi Al-Quran Orang yang Mengkhatamkannya Kurang dari 3 Hari

Posted on December 11, 2025January 16, 2026 By A. Fatih Syuhud

رواه عبد الله بن عمرو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لم يفقه من قرأ القرآن في أقل من ثلاث. رواه الترمذي وأبو داود والدارمي

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah berfikh (tidak memahami dengan baik) orang yang membaca Al-Qur’an dalam waktu kurang dari tiga hari.”Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Abu Dawud, dan ad-Darimi. Al-Albani menshahihkannya

قال العلماء: ولا يفهم من الحديث أن قراءته في أقل من ثلاث لا تجوز، إذ المنفي في الحديث هو الفقه والفهم وليس ثواب القراءة، فلا يلزم من عدم فهمه في أقل من ثلاث عدم قراءته أو حرمتها في أقل منها

Para ulama berkata:
“Jangan dipahami dari hadits ini bahwa membaca Al-Qur’an dalam waktu kurang dari tiga hari itu tidak boleh atau haram. Yang dinafikan (ditiadakan) dalam hadits ini adalah fikh (pemahaman mendalam) dan tadabbur, bukan pahala membaca itu sendiri. Maka tidaklah berarti bahwa jika seseorang tidak memahami Al-Qur’an dengan baik ketika membacanya kurang dari tiga hari, berarti ia dilarang membacanya atau haram melakukannya dalam waktu tersebut.”

An-Nawawi dalam al-Tibyan fi Adab Hamalat al-Quran:

وقال النووي في التبيان في آداب حملة القرآن: ينبغي أن يحافظ على تلاوته ويكثر منها، وكان السلف ـ رضي الله عنهم ـ لهم عادات مختلفة في قدر ما يختمون فيه؛ فروى ابن أبي داود عن بعض السلف ـ رضي الله عنهم ـ أنهم كانوا يختمون في كل شهرين ختمة واحدة، وعن بعضهم في كل شهر ختمة، وعن بعضهم في كل عشر ليال ختمة، وعن بعضهم في كل ثمان ليال، وعن الأكثرين في كل سبع ليال، وعن بعضهم في كل ست، وعن بعضهم في كل خمس، وعن بعضهم في كل أربع، وعن كثيرين في كل ثلاث، وعن بعضهم في كل ليلتين، وختم بعضهم في كل يوم وليلة ختمة، ومنهم من كان يختم في كل يوم وليلة ختمتين، ومنهم من كان يختم ثلاثا، وختم بعضهم ثمان ختمات، أربعا بالليل وأربعا بالنهار، فمن الذين كانوا يختمون ختمة في الليل واليوم: عثمان بن عفان ـ رضي الله عنه ـ وتميم الداري وسعيد بن جبير ومجاهد والشافعي…. اهـ

“Seyogyanya seorang muslim menjaga bacaan Al-Qur’an-nya dan memperbanyak membacanya. Para salaf rahimahumullah memiliki kebiasaan yang berbeda-beda dalam tempo mengkhatamkan Al-Qur’an.Diriwayatkan oleh Ibn Abi Dawud dari sebagian salaf bahwa di antara mereka ada yang mengkhatamkan sekali dalam dua bulan,
ada yang sekali dalam sebulan,
ada yang sekali dalam sepuluh malam,
ada yang sekali dalam delapan malam,
kebanyakan mereka sekali dalam tujuh malam,
ada yang sekali dalam enam hari,
ada yang sekali dalam lima hari,
ada yang sekali dalam empat hari,
banyak yang sekali dalam tiga hari,
ada yang sekali dalam dua malam,
ada yang mengkhatamkan sekali dalam sehari semalam,
ada yang dua kali dalam sehari semalam,
ada yang tiga kali dalam sehari semalam,
bahkan ada yang mengkhatamkan delapan kali dalam sehari semalam: empat kali di malam hari dan empat kali di siang hari.Di antara orang-orang yang biasa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam sehari semalam adalah:
Utsman bin Affan, Tamim ad-Dari, Sa’id bin Jubair, Mujahid, dan Imam asy-Syafi’i – radhiyallahu anhum.”(Selesai kutipan an-Nawawi)

Ringkasnya: Hadits ini tidak melarang khatam Al-Qur’an kurang dari 3 hari, tetapi menyatakan bahwa untuk mendapatkan pemahaman dan tadabbur yang baik, idealnya tidak kurang dari 3 hari. Namun para salafush shalih justru banyak yang mengkhatamkan jauh lebih cepat dari itu, bahkan hingga 8 kali sehari semalam, dan itu semua dibolehkan serta tetap mendapatkan pahala tilawah yang besar. Wallahu a’lam.

 

Umum

Post navigation

Previous Post: A Prayer for My Sons
Next Post: Hikmah Penundaan Siksa Dunia bagi Pendosa

More Related Articles

Daftar Kitab Biografi Rasulullah (Sirah Nabawi) Daftar Kitab Biografi Rasulullah (Sirah Nabawi) Arab Advanced
Study away from home is not just for the sake of knowledge Study away from home is not just for the sake of knowledge Umum
Mental Kuli Umum

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Kalimat Verbal Masa Sekarang dalam Amiyah Arab Saudi
  • Angka Amiyah Arab Saudi
  • Kalimat Nominal Amiyah Tanya dan Negatif
  • Bahasa Arab Amiyah Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah
  • Belajar Bahasa Arab Modern

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Bab Shalat Musafir Jamak Qashar | Terjemah Kitab Iqna' Syarah Taqrib
  • Pengajian Kitab Kuning Minggu, 25 Januari 2026 oleh Pengasuh Pesantren Al-Khoirot
  • Talak Tafwid dalam Mazhab Syafi'i
  • Pengajian Kitab Kuning Pengasuh Pesantren Al-Khoirot, Sabtu 23 Januari 2026
  • Agama itu Mudah yang Mempersulit akan Kalah

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Kemungkinan Mengapa DNA Bani Hasyim Ada Yang Berhaplogrup Bukan J1.
  • 17 Perbedaan Ajaran Aswaja NU dan Habib Ba’alawi
  • Peneliti Yaman Bantah Klaim Nasab Lebih Utama daripada Ilmu yang Diatribusikan ke Ibnu Hajar Haitami
  • Dalil Haramnya Mengaku Dzuriyah Nabi Tanpa Bukti Otentik
  • KH Hasyim Asy’ari Tidak Punya Guru dari Kaum Habib Ba’alawi

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme