Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form

Bobot Ucapan Ulama tergantung Referensinya

Posted on September 7, 2025 By A. Fatih Syuhud

Bobot Ucapan Ulama tergantung Referensinya

TANYA:

Manabi e ka’dintoh muncul isu dari tokoh kiayi karismatik yg mengatakan jangan ikut ikutan tentang nasab Baalawi kalau maulidnya terroh tak eteremaah ka’dintoh yg membuat ketakutan sebagian orang-orang untuk membahas tentang nasap. Bagaimana untuk menanggapi isu isu kadih ka’dintoh..?

JAWAB:

  1. Ucapan ulama sealim apapun kalau tidak didukung oleh dalil, maka ucapannya itu tidak ada bobotnya. Dalil itu ada Quran, hadits, atau kitab2 ulama. Kalaupun ada dalil, harus dilihat lagi apakah dalilnya itu relevan atau tidak dg yg dibahas. Ini pedomannya.
  2. Kyai karismatik belum tentu alim. Bahkan kyai yg dikenal sangat alim sekalipun di satu bidang belum tentu alim di bidang yg lain.
  3. Di Malang, anggota IKMAL setiap bulan ada program musyawarah kitab dan bahsul masail. Saya wajibkan agar jawabannya memakai kitab-kitab fikih kelas menengah ke atas yg biasanya dalam kitab-kitab tersebut selalu menyebut dalil Quran, hadits dan kitab-kitab ulama lain. Ini agar peserta musyawarah terbiasa dengan tradisi ilmiah: bahwa ulama sekaliber Imam Syafi’i pun ketika berpendapat harus mengeluarkan dalil Quran, Hadits sahih, dll. agar ucapannya/tulisannya memiliki bobot ilmiah.
  4. Selama ini kita terbiasa menerima ucapan seorang kyai sebagai suatu kebenaran. Ini tradisi yang buruk. Kyai itu manusia. Bukan Nabi. Ucapannya dinilai memiliki bobot apabila didukung dalil/referensi. Kalau tidak ada dalilnya, maka ucapannya itu sama dengan ucapan orang awam yang kebenarannya itu 50:50.
  5. Kalau secara nasab Baalwi tidak tersambung ke Nabi berdasarkan ilmu nasab dan DNA, maka mereka berdosa besar kalau masih tetap mengaku dzuriyah Nabi. Dan kita berdosa besar kalau masih mendukung pengakuan mereka karena menolong pendosa melakukan dosanya. Kalau kita tetap berteman itu tidak masalah tapi dalam hati harus diyakini bahwa mereka bukan dzuriyah Nabi.
Umum

Post navigation

Previous Post: Silaturahmi dianjurkan, Bertetangga dengan Kerabat Tidak
Next Post: Kriteria Ulama Besar di Timur Tengah dan Indonesia

More Related Articles

Perilaku Hidup yang Sportif Perilaku Hidup yang Sportif Umum
Contoh Teks MC Bahasa Arab Contoh Teks MC Bahasa Arab Arab Advanced
Ayat-ayat tentang Larangan Taqlid dalam Al-Quran Umum

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Kalimat Verbal Masa Sekarang dalam Amiyah Arab Saudi
  • Angka Amiyah Arab Saudi
  • Kalimat Nominal Amiyah Tanya dan Negatif
  • Bahasa Arab Amiyah Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah
  • Belajar Bahasa Arab Modern

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Dua Istilah Haid: Qaul Sahb dan Qaul Laqt/Talfiq
  • Cara Sembuh dari Was-was menurut Ibnu Hajar al-Haitami
  • Menelan Ludah Saat Puasa dan Makmum pada Imam Tidak Fasih
  • Puasa Ramadhan
  • Menghirup air liur di luar bibir saat puasa apa batal?

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Mengatasi Salah Paham Dengan Teman
  • Kebodohan Kyai dan Santri Pendukung Nasab Habaib
  • Nasab Habib Ijmak?
  • Keteguhan Tesis K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani atas Terputusnya Nasab Habib Ba’alwi
  • Imaduddin Hadisussinni karya Kyai Nurkholis Indramayu

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme