Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form
Kalimat Verbal Masa Sekarang dalam Amiyah Arab Saudi

Kalimat Verbal Masa Sekarang dalam Amiyah Arab Saudi

Posted on January 23, 2026January 23, 2026 By A. Fatih Syuhud

Kalimat Verbal Masa Sekarang atau Jumlah Fi’liyah Zaman Hal dalam bahasa Arab Amiyah Saudi adalah adalah kalimat verbal yang digunakan ketika suatu kejadian sedang berlangsung saat ini atau kejadian yang berlangsung berulang kali (kebiasaan).

Fi’il Mudarik Hal (Present Tense)

Fi’il mudharik hal (Inggris, present tense) adalah kalimat verbal yang digunakan ketika suatu kejadian sedang berlangsung saat ini atau kejadian yang berlangsung berulang kali (kebiasaan).

Rumus

  1. Fi’il mudharik (predikat) + subyek (fa’il), atau
  2. Fi’il mudharik (predikat) + subyek (fa’il) + obyek (maf’ul bih)

Rumus #1 untuk kalimat intransitip (lazim), sedangkan rumus #2 untuk kalimat transitif (muta’addi / butuh obyek).

Dalam contoh-contoh di bawah ini, kata ganti di awal kalimat hanya sebagai alat mempermudah pemahaman. Karena, dalam kalimat verbal bahasa Arab, subyek itu jatuh setelah fi’il (kata kerja). Contoh:

3/ sisa kalimat 2/ Subyek (Fail) 1/ Predikat

اَلْحَلِيْبْ

عُمَرْ

يِشْرَبْ

3/ susu 2/ umar 1/ sedang minum
Terjemah Indonesia: Umar sedang minum susu

 

Kalimat Positif (Jumlah Musbatah)

Arti Arab Saudi
Saya minum susu

أَنَا اَشْرَبْ حَلِيْبْ

1

Kamu minum susu

إِنْتْ تِشْرَبْ حَلِيْبْ

2

Dia (lk) minum susu

هُوْ يِشْرَبْ حَلِيْبْ

3

Dia (pr) minum susu

هِيْ تِشْرَبْ حَلِيْبْ

4

Kami/kita minum susu

إِحْنَا نِشْرَبْ حَلِيْبْ

5

 

Kalimat Tanya Tertutup (1)

Arti Arab Saudi
Apakah saya minum susu? أَنَا اشْرَبْ حَلِيْبْ؟

1

Apakah kamu minum susu? إِنْتْ تِشْرَبْ حَلِيْبْ؟

2

Apakah dia (lk) minum susu? هُوْ يِشْرَبْ حَلِيْبْ؟

3

Apakah dia (pr) minum susu? هِيْ تِشْرَبْ حَلِيْبْ؟

4

Apakah kami/kita minum susu? إِحْنَا نِشْرَبْ حَلِيْبْ؟

5

Kalimat tanya tertutup adalah kalimat tanya ‘apakah’ yang hanya butuh jawaban “iya” atau “tidak”, maka tidak perlu tambahan kata tanya. Cukup diucapkan dengan nada tanya atau ditulis dengan tambahan tanda tanya di akhir kalimat

Kalimat Tanya Terbuka (2)

Kalimat tanya terbuka adalah kalimat tanya yang membutuhkan jawaban panjang. Kata tanya diletakkan di awal kalimat. Berikut kata tanya dalam bahasa Amiyah:

Arti

Arab Saudi

 

 

Apa?

وُشْ، وِشْ

وُشُّوْ

إِيْشْ

Di mana / kemana?

وِيْنْ

فِيْنْ

 

Mengapa?

لِيْهْ

لِيْشْ

Bagaimana

كِيْفْ

Berapa

كَمْ

Kapan

مِتَي

Siapa

مِيْنْ

Contoh:

Arti Arab Saudi
Kapan dia (lk) minum susu?

مِتَي يِشْرَبْ حَلِيْبْ؟

1

Kapan dia (pr) minum susu?

مِتَي تِشْرَبْ حَلِيْبْ؟

2

Kapan kamu  (lk) minum susu?

مِتَي تِشْرَبْ حَلِيْبْ؟

3

Siapa minum susu?

مِيْنْ يِشْرَبْ حَلِيْبْ؟

4

Kapan kami/kita minum susu?

مِتَي نِشْرَبْ حَلِيْبْ؟

5

 

Kalimat Negatif (Jumlah Manfiyah)

Aku sedang makan  (1)

Fi’il mudharik  hal – waktu sekarang – present tense

Arti Arab Saudi
Dia (lk.) sedang makan

هُوْ يِأكِل

1

Dia (pr.) sedang makan

هِيْ تِأْكِل

2

Kami/kita sedang makan

إِحْنَا نِأْكِل

3

Saya sedang makan

أَنَا آكِل

4

Dia (lk.) sedang berjalan

هُوْ يِمْشِي

5

Dia (pr.) sedang berjalan

هِيْ تِمْشِي

6

Kami/kita sedang berjalan

إِحْنَا نِمْشِي

7

Saya sedang berjalan

أَنَا أَمْشِي

8

Dia (lk) sedang minum

هُوْ  يِشْرَبْ

9

Dia (pr) sedang minum

هِيْ تِشْرَبْ

10

Kami/kita sedang minum

إِحْنَا نِشْرَبْ

11

Saya sedang minum

أَنَا أَشْرَبْ

12

Note:

  • Aturan fi’il mudharik antara fusha dan amiyah tidak berbeda: huruf awalnya selalu berubah sesuai kata ganti (dhamir). Yaitu, diawali huruf ya’ untuk dia/mereka laki-laki, huruf ta’ untuk dia perempuan dan kamu/kalian (orang kedua), huruf nun untuk kita, huruf hamzah untuk saya.
  • Perbedaan hanya terjadi pada cara baca dhamir (kata ganti)-nya.
  • Cara baca ain fi’il (huruf sebelum akhir) juga terkadang berbeda. Misalnya, dalam contoh nomor 1 s.d. 4.
  • Bentuk negatif (kalimat menyangkal) umumnya dengan menambah kata “مَا” (ma) sebelum mudharik. Ini berbeda dengan fusha yang memakai kata “لَا” (la).

Sedang melakukan (2)

Arti Frasa
Aku sedang bicara di telpon

اَنَا جَالِسْ أَتْكَلَّمْ عَلَي اَلْجَوَّالْ

Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?

اِيشْ جَاِلسِيْنْ تِسُوْا اَلْحِيْنْ؟

Dia  (pr) sedang olahraga

هِيْ جَالِسَةْ تَتَمَرَّنْ

Mereka sedang berjalan

هُمْ جَالِسِيْنْ يِتَمَشُّوْا

Kita sedang bicara

اِحْنَا جَالِسِيْنْ نِسُوْالِفْ

Kamu sedang nonton Youtube

أَنْتْ جَالِسْ تِشُوْفْ اَلْيُوْتُوْبْ

 

Belum atau masih makan

Arti Frasa
Saya belum makan

أَنَا لِسَّهْ مَا أَكِلْ

Dia (lk) belum datang

هُوْ لِسَّهْ مَا جَاءَ

Dia masih (sedang) makan

هِيْ لِسَّهْ تَأْكُلْ

Mereka belum pergi

هُمْ لِسَّهْ مَا رَاحُوْا

Sudah makan? Belum

أَكَلْتْ؟ لِسَّهْ

Cara Bertanya

Arti Saudi
Apakah kamu berbicara bahasa lain?

إِنْتْ تِتْكَلَّمْ لُغَةْ ثَانِيَةْ؟

Apakah dia (pr) berbicara padamu (lk)?

هِيْ تِتْكَلَّمْ مَعَكْ؟

Apakah dia (lk) bekerja di sini?

هُوْ يِشْتَغِلْ هِنَا؟

Apakah saya butuh buku?

أَنَا أَحْتَاجْ كِتَابْ؟

Apakah kamu minum susu?

إِنْتْ تِشْرَبْ حَلِيْبْ؟

Apakah mereka tidur awal waktu

هُمْ يَنَامُوْ بَدْرِيْ؟

Apakah kita perlu kembali ke rumah?

اِحْنَا لَازِمْ نَرُوْحْ اَلْبَيْتْ؟

Apakah dia (lk) tinggal di rumah?

هُوْ يِعِيْشْ فِي بَيْتْ؟

Apakah dia (pr) menulis kisah?

هِيْ تِكْتُبْ قِصَصْ؟

Bahasa Arab, Belajar Bahasa Arab, Gramatika, Pemula, Percakapan Tags:Amiyah Saudi

Post navigation

Previous Post: Angka Amiyah Arab Saudi

More Related Articles

Cara panggilan dalam bahasa Arab 13. Panggilan dan Ajakan dalam Bahasa Arab Bahasa Arab
Pria Pengguna Bayi Tabung Beresiko Kanker Pria Pengguna Bayi Tabung Beresiko Kanker Arab Advanced
Nama Barang yang Biasa Dibeli Jamaah Haji 6. Nama Barang yang Biasa Dibeli Jamaah Haji | Amiyah Arab Saudi Bahasa Arab

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Kalimat Verbal Masa Sekarang dalam Amiyah Arab Saudi
  • Angka Amiyah Arab Saudi
  • Kalimat Nominal Amiyah Tanya dan Negatif
  • Bahasa Arab Amiyah Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah
  • Belajar Bahasa Arab Modern

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Pengajian Kitab Kuning Arab Klasik 21 Januari 2026: Tafsir Jalalain dan Konsultasi Agama
  • Penggunaan Fi'il Madhi (Kata Kerja Bentuk Lampau) Bahasa Arab
  • Sahih Bukhari Maksud dari QS An-Nisa 4:33
  • Hukum Bermimpi Bertemu Nabi Muhammad Rasulullah
  • Pengajian 14 Januari 2026: Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari, Al-Umm, Tanya Jawab Agama

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Kemungkinan Mengapa DNA Bani Hasyim Ada Yang Berhaplogrup Bukan J1.
  • 17 Perbedaan Ajaran Aswaja NU dan Habib Ba’alawi
  • Peneliti Yaman Bantah Klaim Nasab Lebih Utama daripada Ilmu yang Diatribusikan ke Ibnu Hajar Haitami
  • Dalil Haramnya Mengaku Dzuriyah Nabi Tanpa Bukti Otentik
  • KH Hasyim Asy’ari Tidak Punya Guru dari Kaum Habib Ba’alawi

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme