Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form
Nilai IPK Tinggi itu Sangat Penting, tapi..

Nilai IPK Tinggi itu Sangat Penting, tapi..

Posted on May 30, 2024 By A. Fatih Syuhud

Beyond the marksheet

Oleh A. Fatih Syuhud

Sdr. Saifuddin Syukur–yg baru mendapatkan gelar PhD (doktor) jurusan hukum pada 23 Juli 2005– pada seminar sehari MTA PPI India (26/7/05) mengingatkan mahasiswa India, bahwa “mahasiswa di India akan bisa maju hanya apabila memiliki target beyond the marksheet.”

Dengan kata lain, aktivitas bacaan dan pembelajaran tidak hanya terfokus pada buku-buku yg berkaitan dg apa yg dipelajari di bangku kuliah. Betul, memiliki marksheet (nilai rapor) yg tinggi merupakan target utama. Kelancaran dan akseleritas kerampungan studi adalah harapan awal. Namun, adalah kesalahan besar apabila marksheet tinggi menjadi satu-satunya tujuan kuliah. Ini berbeda dg saat kita di bangku sekolah (SD, SMP, SMA), di mana nilai tinggi menjadisatu-satunya target pencapaian.

***

Tidak sedikit rekan mahasiswa yg belajar di India kurang menyadari bahwa ketika kita diterima di bangku kuliah dan bergelar mahasiswa, ada tuntutan baru dari masyarakat selain hanya sebagai pengejar marksheet.

Tuntutan itu berupa sikap keintelektualan dan kecendikiawanan yg salah satu cirinya memiliki perhatian, kepedulian dan pemikiran bagi kemajuan bangsa serta responsif atas berbagai fenomena (kemajuan atau kepincangan) sosial yg terjadi.

Untuk menuju ke arah ini, syarat utama adalah perubahan dan transformasi pola pikir: dari pola pikir (mindset) sebagai “anak sekolahan” menuju pola pikir seorang “mahasiswa”. Dari mindset yg biasa menjadikan marksheet sebagai barometer utama dan satu-satunya dalam mengukur pintar dan bodohnya seseorang, menuju level yg selangkah lebih tinggi: menjadikan marksheet dan kecakapan merespons realitas fenomena sosial sebagai dua hal yg tak terpisahkan.

Umumnya, masyarakat menilai mahasiswa bukan dari berapa persentase atau IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yg dicapai, tapi dari seberapa responsif dia dalam menanggapi suatu realitas sosial. Dalam pergaulan sehari-hari, justru hal ini yg lebih penting. Nilai tinggi tentu saja perlu, terutama dalam mencari kerja yg juga tak kalah pentingnya. Untuk itu diperlukan keseimbangan.

Dg kata lain, even the highest marksheet earner and the gold medal awardee masih dianggap kurang “karakter mahasiswa”-nya apabila dia tidak tahu event-event uptodate yg sedang terjadi di komunitasnya, di negaranya dan di belahan dunia lain. Apalagi, kalau marksheet tidak tinggi; informasi selalu ketinggalan kereta. Entah masuk kelompok mana status “mahasiswa” kategori terakhir ini.[]

New Delhi, 17 September 2005

Umum Tags:Refleksi

Post navigation

Previous Post: Lebih Baik Memberi daripada Menerima
Next Post: Pentingnya Menulis

More Related Articles

A Prayer for My Sons from your Dad A. Fatih Syuhud A Prayer for My Sons Umum
Muslim dan Amal yang Paling Disukai Allah [hadits] Umum
Musyawarah Bulanan Kitab Al-Raudhah Umum

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Kalimat Verbal Masa Sekarang dalam Amiyah Arab Saudi
  • Angka Amiyah Arab Saudi
  • Kalimat Nominal Amiyah Tanya dan Negatif
  • Bahasa Arab Amiyah Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah
  • Belajar Bahasa Arab Modern

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Dua Istilah Haid: Qaul Sahb dan Qaul Laqt/Talfiq
  • Cara Sembuh dari Was-was menurut Ibnu Hajar al-Haitami
  • Menelan Ludah Saat Puasa dan Makmum pada Imam Tidak Fasih
  • Puasa Ramadhan
  • Menghirup air liur di luar bibir saat puasa apa batal?

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Mengatasi Salah Paham Dengan Teman
  • Kebodohan Kyai dan Santri Pendukung Nasab Habaib
  • Nasab Habib Ijmak?
  • Keteguhan Tesis K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani atas Terputusnya Nasab Habib Ba’alwi
  • Imaduddin Hadisussinni karya Kyai Nurkholis Indramayu

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme