Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form
Forced marriage in Saudi Arabia

Saudi Arabia: forced marriage on the rise

Posted on January 21, 2024March 3, 2024 By A. Fatih Syuhud

ظاهرة إجبار البنات علي الزواج ممن يرفضن تتفاقم في السعودية

Saudi Arabia: forced marriage on the rise

Arab Saudi: Kawin Paksa Meningkat

حذر مختصون في قضايا الأسرة وحقوقيون، من تنامي ظاهرة إجبار أولياء الأمور بناتهم علي الزواج ممن لا توافقن عليه، وطالبوا الجهات المختصة في المملكة العربية السعودية، بمحاولة إيجاد حلول سريعة لهذه المشكلة.

Experts on family issues and legal matters in Saudi Arabia have warned against the growing phenomenon of guardians forcing girls to marry against their wishes. Specialist authorities in KSA have called for quick solutions to this problem.

Para ahli dalam masalah keluarga dan masalah hukum di Arab Saudi telah memperingatkan bahwa fenomena meningkatnya orang tua yang memaksa anak gadisnya untuk menikah di luar kehendak meeka. Otoritas khusus di Arab Saudi menyerukan solusi cepat pada masalah ini.

وكان الشيخ عبد العزيز آل الشيخ، مفتي عام المملكة، قد حذر أولياء الأمور من مغبة التحجير و”عضل” المرأة، وذلك بإرغامها على الزواج ممن لا توافق عليه، أو منعها من الزواج بمن رضيت، معتبراً ذلك أحد موروثات العادات الجاهلية التي أبطلها الإسلام.

Recently, Sheikh Abdul Aziz Aal-Alsheikh, the kingdom’s Grand Mufti, warned parents of the consequences of “hindering” women by forcing them to marry, or preventing them from marrying who they wish. Forced marriage is considered one of the customs of the pre-Islamic era that were abolished by Islam.

Baru-baru ini, Syaikh Abdul Aziz Al-Syeikh, Mufti Besar kerajaan, mengingatkan konsekuensi dari menghalangi perempuan dengan memaksa mereka menikah, atau mencegah mereka dari menikahi orang yang mereka suka. Kawin paksa dianggap salah satu tradisi pra Islam yang telah dihapus oleh Islam.

ورغم عدم وجود إحصائيات دقيقة حول هذا الأمر، إلا أن تقارير إعلامية تؤكد أن الأمر في ازدياد، وكشفت تقارير رسمية بحسب تلفزيون العربية، أن الجمعية الوطنية لحقوق الإنسان تلقت أكثر من 50 شكوى من سعوديات رفض أولياء أمورهن تزويجهن خلال الخمسة أشهر الأخيرة فقط.

Despite the lack of accurate statistics in this matter, media reports confirm that the phenomenon is on the rise. Official reports from Al-Arabiya TV revealed that the National Society for Human Rights has received over 50 complaints over the last five months from Saudi women whose guardians refused to let them

Walaupun tidak ada statistik akurat dalam soal ini, akan tetapi laporan media menegaskan bahwa fenomena ini mengalami peningkatan. Laporan resmi dari TV Al-Arabiya mengungkapkan bahwa Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) telah menerima lebih dari 50 pengaduan dalam waktu lima bulan terakhir dari wanita Saudi yang menolak orangtuanya menikahkan mereka.

زامل شبيب يكتب في جريدة “الرياض” : يعتبر عضل البنات ومنعهن من الزواج مشكلة إنسانية واجتماعية تعانى منها بعض المجتمعات نتيجة التقاليد التي تفرض على الفتاة حتى تذعن إلى كل ما يراه ولى أمرها ويعطيه الحق في التحكم في كافة شؤون حياتها

Zamil chabib writes in the newspaper “Al-Riyadh”: عضل is the Preventing of marriage and social humanitarian problem faced by some societies as a result of the traditions that impose the girl to give to all what he sees as its crown prince and gives it the right to control all of her life

Zamil Syabib menulis di koran Al-Riyadh: Pembangkangan dan penolakan anak perempuan untuk dinikahkan menjadi problema kemanusiaan dan sosial yang dihadapi masyarakat sebagai akibat dari tradisi yang memaksa gadis untuk mengikuti apa yang diinginkan orang tuanya dan memberikan hak untuk mengontrol hidupnya sendiri.

رشا عضوة منتدي “حبي” تكتب : الاب اذا وضع الفكره هذه في راسه يزوج البنت رغم انها رافضه وحتى اذا علم برفض احد الطرفين وكثير ممن حدث لهم ذلك انتهى زواجهم بالانفصال

Rasha member forum “Hubbi”, writes: if the father this idea in the head, marry the girl even though they refuse even if it to one of the two parties and many of those who happened to them that ended their marriage separation

Rasya anggota forum ‘Hubbi” menulis: Apabila ayah ingin memaksakan kehendaknya untuk menikahkan putrinya walaupun dia menlak walaupun ayah tahun atas penolakan salah satu pihak dan banyak kejadian di mana pernikahan mereka berakhir dengan perceraian.

شيرين صبحي محررة “محيط” تكتب : فقبل أيام وفي سابقة هي الأولى من نوعها، قدمت فتاة سعودية مبلغ 60 ألف ريال للجنة التكافل الأسرية بإمارة المنطقة الشرقية، وطالبت بتزويجها لعريس ذي دين وخلق، وذلك بعدما رفض والدها تزويجها.

Shirin Subhi, “Al-Moheet” editor: Few days ago in an unprecedented incident, a Saudi girl presented 60,000 Rials to the family solidarity committee in the eastern province emirate, and she requested to marry a religious man after her father refused.

Syirin Subhi editor “Al-Muhit”: Beberapa hari lalu dalam sebuah insiden yang diluar dugaan, seorang gadis Saudi memberikan 60.000 riyal pada komite solidaritas keluarga di kawasan provinsi timur, dan dia meminta untuk menikahi seorang pria religius setelah ayahnya menolak.

أسمهان الغامدي تكتب في “الرياض” : قضية حقوق المرأة في الزواج ك”العضل” و”الإرغام” إما على الزواج أو الطلاق، و”زواج القاصرات” والولاية التي بدأت تنحني بمنحنى الوصاية التي تتبرأ منها الشريعة

Asmahan Al-Ghamdi writes in “Alriyadh”: There are many issues for women’s abused rights in marriage like “preventing” or “forcing” her to get married or divorced , as well as “minors marriage” and “guardianship” that is starting to take the form of custody that is renounced by Sharia.

Asmahan Al-Ghamdi menulis di “Alriyadh”: Banyak isu terkait pelecehan hak perempuan dalam perkawinan seperti “mencega” atau “memaksa”nya untuk menikah atau bercerai, sebagaimana “pernikahan dinia” dan “perwalian (pengasuhan anak)” yang mulai yakni permulaan bentuk perwalian yang dicela oleh Syariah.

دانة الريمي عضوة منتدي “زحمة” تكتب : عندما تجبر الفتاه على الزواج بشخص لاتريد الارتباط به تحاول بشتى الطرق للتخلص من ذلك الزواج فماذا لو وضعت اي فتاه بذلك الموقف هناك قصص تعددت في نفس الحادثه والموضوع يتكرر باستمرار

Dana Al-Reemy member in “Zahmah” forum : when a girl is forced to get married to someone she does not want, she tries her best to get rid of that marriage. What happens if a girl is put in that situation … there are many stories about the same incident and it occurs frequently.

Dana Al-Reemy anggota forum “Zahmah” : ketika seorang gadis dipaksa untuk menikah dengan seseorang yang tidak dia inginkan, dia mencoba sebisanya untuk menghilangkan pernikahan itu. Apa yang terjadi apabila seorang gadis diletakkan dalam situasi tersebut … banyak kisah tentang insiden yang sama dan ini sering terjadi.

Arabic English Indonesian, Belajar Bahasa Arab Tags:Learn Arabic

Post navigation

Previous Post: Why Religious Hatred?
Next Post: Searching for Solace

More Related Articles

How to learn Modern Standard Arabic (MSA) easily How to Learn Modern Standard Arabic (MSA) Easily Belajar Bahasa Arab
suicide bomb in iran Suicide bombing in Iran Arab Advanced
Argentikan Juara Tiga Piala Copa America 6. Argentina Juara Tiga Piala Copa America Arab Advanced

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Kalimat Verbal Masa Sekarang dalam Amiyah Arab Saudi
  • Angka Amiyah Arab Saudi
  • Kalimat Nominal Amiyah Tanya dan Negatif
  • Bahasa Arab Amiyah Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah
  • Belajar Bahasa Arab Modern

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Talak Tafwid dalam Mazhab Syafi'i
  • Pengajian Kitab Kuning Pengasuh Pesantren Al-Khoirot, Sabtu 23 Januari 2026
  • Agama itu Mudah yang Mempersulit akan Kalah
  • Pengajian Kitab Kuning Arab Klasik 21 Januari 2026: Tafsir Jalalain dan Konsultasi Agama
  • Penggunaan Fi'il Madhi (Kata Kerja Bentuk Lampau) Bahasa Arab

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Kemungkinan Mengapa DNA Bani Hasyim Ada Yang Berhaplogrup Bukan J1.
  • 17 Perbedaan Ajaran Aswaja NU dan Habib Ba’alawi
  • Peneliti Yaman Bantah Klaim Nasab Lebih Utama daripada Ilmu yang Diatribusikan ke Ibnu Hajar Haitami
  • Dalil Haramnya Mengaku Dzuriyah Nabi Tanpa Bukti Otentik
  • KH Hasyim Asy’ari Tidak Punya Guru dari Kaum Habib Ba’alawi

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme