Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form

Tak Mau Dikritik, Tak Berhak Dipuji

Posted on March 6, 2024 By A. Fatih Syuhud

Halle Berry (baca, halei beri) artis peraih Oscar dan tampil seksi di film James Bond ‘Die Another Day’ pada tahun 2004 mendapat piala Razzie Award. Kalau piala Oscar sebagai tanda apresiasi atas actingnya yg sangat baik, sebaliknya piala Razzie Award diberikan karena actingya di film ‘Cat Woman’ sangat buruk. Singkatnya, Halle Berry mendapat penghargaan sebagai pemain terburuk di film itu.

Razzie Award ini sudah berlangsung selama empat tahun, dan patut dicatat Halle Berry adalah bintang Hollywood
pertama yang datang langsung ke tempat pemberian penghargaan. Aktor dan artis sebelumnya tak pernah mau datang ke tempat penghargaan dan cukup memberikan pesan melalui video.

Menarik dicatat adalah kata sambutannya waktu menerima penghargaan sebagai artis terburuk itu. “Saya menerima penghargaan ini dg tulus hati. Saya menganggap ini sebagai kritik bagi saya untuk tampil lebih baik di filem-filem saya berikutnya. Saya masih ingat pesan ibu saya bahwa ‘Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak bisa menerima kritikan’.”

Pidato sambutan Halle Berry itu disambut dg tepukan dan standing ovation dari para hadirin. Bukan hanya hadirin yg salut, saya sendiri tercengang dan takjub. Acara yg tadi malam (16/4/05) ditayang ulang di sebuah stasiun tv itu mengingatkan saya pada diri saya sendiri, teman-teman saya, pejabat-pejabat dan bangsa Indonesia umumnya yg sangat sulit menerima kritik secara lapang dada seperti Halle Berry.

Kita memang mesti banyak belajar dan membuka hati untuk menampung kritik. Menerima kritik memang tidak semudah menerima pujian. Tapi, pujian dan apresiasi tak akan pernah datang apabila kita tidak melakukan sesuatu yg berharga yg patut diapresiasi.

Dalam situasi stagnan dan jumud seperti itu, hanya kritik yg akan membuat kita bangkit dan memperbaiki diri. Apabila sudah demikian, pujian dan apresiasi akan datang pada waktunya. Sebaliknya, apabila kita menutup hati dan telinga dari kritik, maka stagnansi, kejumudan dan kenaifan gerak dan pikir akan semakin meningkat dan berlipat ganda. Dan pada saat kita mulai menyadarinya, segalanya sudah terlambat. Dan penyesalan demi penyesalan akan memenuhi rongga hati dan mulut kita.[]

Umum Tags:Refleksi

Post navigation

Previous Post: Blogger Indonesia of the Week (11): Mementoes
Next Post: Blogger Indonesia of the Week (12): Paras Indonesia

More Related Articles

Silaturahmi dianjurkan, Bertetangga dengan Kerabat Tidak Umum
Maksud Hadits Tidak Paham Isi Al-Quran yang Mengkhatamkannya Kurang dari 3 Hari Umum
Cara kaya tanpa warisan orang tua Umum

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Status Hadits Yang Diucapkan Bilal Jumat
  • Hikmah Penundaan Siksa Dunia bagi Pendosa
  • Maksud Hadits Tidak Paham Isi Al-Quran yang Mengkhatamkannya Kurang dari 3 Hari
  • A Prayer for My Sons
  • Kriteria Ulama Besar di Timur Tengah dan Indonesia

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • 21 Hadits Tentang Shalat Witir dalam Kitab Bulughul Maram
  • Pengajian 11 Januari 2026: Muhadzab, Fathul Wahab, Iqna', Konsultasi Islam
  • Pengajian 10 Januari 2026: Tafsir Jalalain Surat Hud Ayat 5 sampai 7 plus Konsultasi Agama
  • Hadits tentang Sedekah Istri dari Uang Nafkah Suami
  • Terjemah Kitab Al-Suyuf Al-Mujliyah karya Yasin Al-Kalidar tentang Batalnya Nasab Baalawi

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Peneliti Yaman Bantah Klaim Nasab Lebih Utama daripada Ilmu yang Diatribusikan ke Ibnu Hajar Haitami
  • Dalil Haramnya Mengaku Dzuriyah Nabi Tanpa Bukti Otentik
  • KH Hasyim Asy’ari Tidak Punya Guru dari Kaum Habib Ba’alawi
  • Daftar Kitab Nasab Abad 5 – 10 H Yang Mencatat Dzuriyah Nabi Muhammad
  • Summary of Book Ahlussunnah Wal Jamaah: Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme