Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form

Apakah ibid masih dipakai?

Posted on February 17, 2024February 17, 2024 By A. Fatih Syuhud

Ternyata menurut Chicago Style (17th Edition) Citation Guide, ibid tidak lagi dipakai atau tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam kode pengutipan rujukan yang sama dengan sumber referensi sebelumnya. Sebagai gantinya, dianjurkan memakai format pendek dari kutipan sebelumnya. Dalam tulisan ilmiah berbahasa Arab, cara ini sudah lama digunakan. Berikut rinciannya:

Pada Chicago style, pertama kali suatu sumber rujukan disebut, maka hendaknya disebutkan data referensi secara penuh. Untuk pengutipan berikutnya, gunakan versi pendek dari footnote tersebut meliputi:

  • Nama akhir dari pengarang atau penulis (untuk karya yang edit, gunakan nama akhir editornya, tetapi buang kata “ed” setelah namanya)
  • Format pendek dari judul yang dikutip (2-4 kata; buang awalan seperti A, An, atau The dari judul – untuk rujukan berbahasa Inggris; atau kata “sebuah”)
  • Nomor halaman (apabila ada)

Contoh footnote penuh yang diikuti oleh footnote dengan format pendek:

1. John Bright, Jeremiah. The Anchor Bible (Garden City, NY: Doubleday, 1965), 60.

2. Danna Nolan Fewell and David M. Gunn, “Boaz, Pillar of Society: Measures of Worth in the Book of Ruth,” Journal for the Study of the Old Testament 45 (1989): 46.

3. Arthur A. Just, ed., “Overview, Luke 3:1-20,” in Luke, Ancient Christian Commentary (Downers Grove, IL: InterVarsity Press, 2001), 57.

4. Bright, Jeremiah, 60.

5. Fewell and Gunn, “Boaz, Pillar of Society,” 46.

6. Just, “Overview, Luke 3:1-20,” 57.

Contoh sitasi pendek:

1. Bright, Jeremiah, 60.

2. Bright, 60.

3. Fewell and Gunn, “Boaz, Pillar of Society,” 46.

4. Fewell and Gunn, 45.

 

Umum

Post navigation

Previous Post: Third Anniversary of Quit Smoking
Next Post: Simple Life in Islam

More Related Articles

Bupati Trenggalek Anak Tukang Becak Bupati Trenggalek Anak Tukang Becak Umum
Maksud Hadits Tidak Paham Isi Al-Quran Orang yang Mengkhatamkannya Kurang dari 3 Hari Umum
Silaturahmi dianjurkan, Bertetangga dengan Kerabat Tidak Umum

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Kalimat Verbal Masa Sekarang dalam Amiyah Arab Saudi
  • Angka Amiyah Arab Saudi
  • Kalimat Nominal Amiyah Tanya dan Negatif
  • Bahasa Arab Amiyah Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah
  • Belajar Bahasa Arab Modern

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Aurat Wanita Kafir Non-Muslimah dan Melihat Gambar Wanita yang Terlihat Auratnya
  • Pengajian Kitab Sahih Bukhari oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang
  • Hukum Boneka dalam Islam
  • Pengajian Kitab Tafsir Jalalain Pondok Pesantren Al-Khoirot
  • Karomah wali menurut Ulama Aswaja Ahlussunnah, Sufi dan Muktazilah

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Ini Dia 3 Orang Habib yang Pertama Memalsukan Walisongo Keturunan Ba’alawi
  • Mengapa Habib Baalawi dan Muhibin Menolak Kajian dan Data Ilmiah
  • Jejak Syiah di Balik Pengarang Simṭud Durar
  • Mengapa Ulama Dahulu Menerima Klaim Ba‘alawi sebagai Cucu Nabi?
  • Ketika Banyak Kiai NU Memilih Ilmu, Bukan Darah Keturunan

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme