Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form
Kalimat verbal dan nominal dalam bahasa Arab

Kalimat Verbal dan Nominal dalam Bahasa Arab

Posted on May 30, 2024May 30, 2024 By A. Fatih Syuhud

Kalimat verbal dan nominal dalam bahasa Arab
Siapapun yang ingin menguasai bahasa Arab modern, maka langkah pertama adalah menguasai kosa kata. Terutama kosa kata dan ungkapan (frasa) yang sering dipakai sehari-hari baik dalam percakapan, dalam tulisan, maupun dalam pemberitaan audio visual (televisi, video dan radio). Menguasai kosa kata yang diperlukan sudah cukup bagi anda untuk bisa berbicara dalam bahasa Arab dan mengerti pembicaraan penutur Arab.

Baca: 100 Ungkapan Bahasa Arab Paling Sering Dipakai

Namun apabila anda ingin menguasai bahasa Arab secara benar dan profesional dalam arti dapat menulis dan berbicara dalam bahasa yang benar dan baik, maka kemampuan gramatika dasar bahasa Arab adalah keharusan. Gramatika bahasa Arab terdiri dari dua unsur yaitu nahwu dan sharaf. Untuk Nahwu lihat di sini.

Daftar Isi

  1. Kalimat Verbal Dan Kalimat Nominal
  2. Kalimat Verbal (Jumlah Fi’liyah)
  3. Jenis Kalimat Verbal (Jumlah Fi’liyah)
    1. Kalimat Positif (Kalam Musbat)
    2. Kalimat Tanya (Kalam Istifham)
    3. Kalimat Negatif (Kalam Nafi)
    4. Kalimat Perintah (Kalam Amar)
    5. Kalimat Larangan (Kalam Nahi)
  4. Jenis Kalimat Nominal (Jumlah Ismiyah)

Sebagai permulaan, cukuplah bagi kita memahami bahwa kalimat bahasa Arab terbagi menjadi dua yaitu kalimat verbal atau jumlah fi’liyah (verbal sentence) dan kalimat nominal atau jumlah ismiyah (nominal sentence).

Berikut penjelasan jumlah fi’liyah dan jumlah ismiyah dan cara membuat kalimat sempurna. Keterangan ini dikutip dari buku Belajar Bahasa Arab Modern bagi Pemula karya A. Fatih Syuhud

KALIMAT VERBAL DAN KALIMAT NOMINAL

Sebelum memulai belajar bahasa Arab modern, ketahui lebih dulu bahwa kalimat dalam bahasa Arab ada dua macam yaitu: a) Kalimat Verbal, dan b) Kalimat Nominal

Kalimat Verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja (fi’il). Dalam bahasa Arab disebut jumlah fi’liyah. Unsur jumlah fi’liyah terdiri dari: a) fi’il (predikat) dan fa’il (subyek) atau b) fi’il, fa’il dan maf’ul (obyek).

Kalimat nominal adalah kalimat yang subyek dan predikatnya berupa kata benda (isim). Kalimat nominal dalam bahasa Arab disebut Jumlah Ismiyah yaitu kalimat yang terdiri dari mubtada’ (subyek) dan khobar (predikat).

KALIMAT VERBAL (JUMLAH FI’LIYAH)

Bentuk Fi’il Ada Tiga: Madhi, Mudharik dan Amar
Dari segi waktu dan bentuk (shighat), fi’il atau kata kerja dalam bahasa Arab ada tiga macam, yaitu:

a) Fi’il mudharik dipakai untuk menunjukkan waktu sekarang atau yang akan datang atau kegiatan sehari-hari.
b) Fi’il madhi untuk menunjukkan masa yang sudah lalu.
c) Fi’il amar dipakai untuk kalimat perintah (kalam amar)

Jenis Kalimat Verbal (Jumlah Fi’liyah)

Dari segi penggunaannya dalam berkomunikasi, jumlah fi’liyah terbagi menjadi lima macam yaitu:
a) kalimat positif (kalam mutsbat);
b) kalimat tanya (kalam istifham);
c) kalimat negatif /menyangkal (kalam nafi);
d) kalimat perintah (kalam amar) dan
e) kalimat larangan (kalam nahi).

Namun, untuk latihan tahap awal, kita akan fokus pada tiga jenis kalimat pertama saja yaitu kalimat positif, kalimat tanya dan kalimat negatif.

Perhatikan, bahwa bentuk fi’il baik madhi atau mudharik akan selalu berubah sesuai perubahan kata ganti (dhamir)-nya.

Kalimat Positif (Kalam Musbat)

Kalimat Positif (Kalam Mutsbat) adalah kalimat berita yang di dalamnya terdapat pengakuan terjadinya sesuatu.

Contoh:

Ali mengunjungi Hasan

عَلِي يَزُوْرُ حَسَن

Fatimah mencuci dengan sabun

فَاطِمَةُ تَغْسِلُ بِالصَابُوْن

Hasan makan dengan sendok

حَسَن يَأكُلُ بِالمِلُعَقَة

Fatimah makan dengan sendok

فَاطِمَةُ تَأكُلُ بِالِملْعَقَة


Kalimat Tanya (Kalam Istifham)

Kalimat tanya adalah kalimat yang mengandung makna sebuah pertanyaan. Arti kalimat tanya adalah kalimat yang berisi pertanyaan kepada pihak lain untuk memperoleh jawaban dari pihak yang ditanya. Dalam bahasa Arab kalimat tanya disebut kalam istifham.

Cara membuat kalam istifham adalah dengan menambahkan kata tanya (adawat istifham) sebelum kalimat berita di atas.   Kata tanya yang sering dipakai dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:

Arti Contoh Arti Kata tanya
Apakah Ali mengunjungi Hasan?

 اَعَلِيٌ يَزُوْرُ حَسَن ؟

Apakah أ (همزة)
Apakah Hasan mengunjungi Ali?

هَلْ حَسَن يَزُوْرُ عَلِي ؟

Apakah هَلْ
Siapa yang makan dengan sendok?

مَنْ يَأكُلُ بِالمِلْعَقَة؟

Siapa مَنْ
Sejak kapan kamu mencuci dengan sabun?

مُنْذُ مَتيَ تَغْسِلُ بِالصَّابُوْن؟

Sejak kapan مُنْذً
Apa yang kamu makan?

مَا تَأكُلُ؟

Apa مَا
Apa yang Hasan makan?

مَاذَا حَسَن يَأكُلُ؟

Apa مَاذَا
Kapan kamu pergi ke sekolah?

مَتَي تَذْهَبُ إليَ المَدْرَسَة؟

Kapan مَتَي
Di mana kamu makan?

أيْنَ تَأكُلُ؟

Di mana أيْنَ
Bagaimana kamu makan?

كَيْفَ تَأكُلُ؟

Bagaimana كَيْفَ
Jam berapa kamu sarapan?

كَمِ السَاعَةُ تُفْطِرُ؟

Berapa كَمْ


Kalimat Negatif (Kalam Nafi)

Kalimat negatif adalah kalimat yang bersifat menyangkal sehingga dalam kalimat negatif selalu terdapat kata “tidak” , “bukan” atau kata lain yang berupa penyangkalan. Kalimat negatif adalah lawan dari kalimat positif. Dalam bahasa Arab, kalimat negatif disebut kalam nafi atau kalam manfi.

Cara membuat kalam nafi dalam jumlah fi’liyah adalah dengan menambah kata nafi (sangkalan) sebelum kalimat berita. Kata nafi yang sering dipakai dalam jumlah fi’liyah adalah sebagai berikut:

Arti Contoh Arti Kata Nafi
Aku tidak pergi ke sekolah

لاَ أذْهَبُ إليَ المَدْرَسَة

Tidak, bukan لا
Kamu tidak pergi ke kantor

مَا تَذْهَبُ إليَ المَكْتَب

Tidak مَا
Kamu tidak makan dengan sendok

لَمْ تَأكُلْ بِالمِلْعَقَة

Tidak لَمْ
Aku belum sarapan hari ini

لمَّا اًفْطِرْاليَوْم

Belum لَمَّا


Kalimat Perintah (Kalam Amar)

Kalimat perintah adalah kalimat yang mengandung makna meminta atau memerintah seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam bahasa Arab, kalimat perintah disebut kalam amar.

Cara membuat kalimat perintah dalam bahasa Arab adalah dengan memakai bentuk fi’il amar. Contohnya sebagai berikut:

Arti Fi’il Amar
Pergilah ke sekolah!

اِذْهَبْ إليَ المَدْرَسَة

Cuci tanganmu dengan sabun!

اِغْسِلْ يَدَكَ بِالصَّابُوْن

Lepaskan sandalmu!

اِخْلَعْ نَعْلَكَ


Kalimat Larangan (Kalam Nahi)

Kalimat Larangan adalah suatu kalimat yang isinya untuk melarang atau dengan kata lain memerintahkan orang lain untuk tidak melakukan sesuatu. Dalam bahasa Arab, kalimat larangan disebut Kalam Nahi. Kalam nahi adalah kebalikan dari kalam amar.

Cara membuat kalimat larangan adalah dengan meletakkan la nahi ( لا ) sebelum fi’il mudharik. Contohnya sebagai berikut:

Arti Kalam Nahi
Jangan pergi ke sekolah!

لَا تَذْهَبْ إليَ المَدْرَسَةّ

Jangan copot sandalmu!

لاَ تَخْلَعْ نَعْلَكَ

Jangan makan babi!

لاَ تَأكُلْ الخِنْزِيْر

Fi’il mudharik yang bersamaan dengan la nahi statusnya i’rab jazam.

JENIS KALIMAT NOMINAL

Jenis kalimat nominal atau jumlah ismiyah (nominal sentence) sama dengan jenis kalimat verbal (verbal sentence) yaitu Kalimat Positif (Kalam Musbat), Kalimat Tanya (Kalam Istifham), Kalimat Negatif (Kalam Nafi), Kalimat Perintah (Kalam Amar), Kalimat Larangan (Kalam Nahi). Adapun cara membentuk keempat kalimat tersebut akan dijelaskan dalam bab khusus.

Demikian Kalimat Verbal dan Nominal dalam Bahasa Arab dan cara membentuk kalimat dalam bentuk positif, negatif, tanya dan perintah.

Bahasa Arab, Belajar Bahasa Arab, Gramatika, Pemula Tags:Bahasa Indonesia, Learn Arabic

Post navigation

Previous Post: Membaca Sebagai Gaya Hidup (2)
Next Post: Belajar Bahasa Arab Modern

More Related Articles

Djokovic Maju ke Semi Final Wimbledon 2019 8. Djokovic Maju ke Semi Final Tenis Wimbledon Arab Advanced
Nama bulan masehi dalam bahasa Arab Nama Bulan Masehi Bahasa Arab Bahasa Arab
Tanya Kamar Hotel (1) | Amiyah Arab Saudi 15. Tanya Kamar Hotel (1) | Amiyah Arab Saudi Bahasa Arab

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Status Hadits Yang Diucapkan Bilal Jumat
  • Hikmah Penundaan Siksa Dunia bagi Pendosa
  • Maksud Hadits Tidak Paham Isi Al-Quran yang Mengkhatamkannya Kurang dari 3 Hari
  • A Prayer for My Sons
  • Kriteria Ulama Besar di Timur Tengah dan Indonesia

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Sahih Bukhari Kitab Kafalah Hadits No. 2290 dan 2291
  • 21 Hadits Tentang Shalat Witir dalam Kitab Bulughul Maram
  • Pengajian 11 Januari 2026: Muhadzab, Fathul Wahab, Iqna', Konsultasi Islam
  • Pengajian 10 Januari 2026: Tafsir Jalalain Surat Hud Ayat 5 sampai 7 plus Konsultasi Agama
  • Hadits tentang Sedekah Istri dari Uang Nafkah Suami

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Peneliti Yaman Bantah Klaim Nasab Lebih Utama daripada Ilmu yang Diatribusikan ke Ibnu Hajar Haitami
  • Dalil Haramnya Mengaku Dzuriyah Nabi Tanpa Bukti Otentik
  • KH Hasyim Asy’ari Tidak Punya Guru dari Kaum Habib Ba’alawi
  • Daftar Kitab Nasab Abad 5 – 10 H Yang Mencatat Dzuriyah Nabi Muhammad
  • Summary of Book Ahlussunnah Wal Jamaah: Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme