Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form

Pidato Bahasa Inggris Bu Mega di PBB & Pejabat Kita di Media berbahasa Inggris

Posted on June 6, 2024 By A. Fatih Syuhud

Selama seminggu ini kita banyak menyaksikan di CNN/BBC figur pejabat-pejabat kita yg tampil. Kita bangga, ada nama INDONESIA disebut2 di media internasional dan ngomong2 di situ. Berikut kesan2 human-interest saya (bukan analisa politik, untuk in-depth-analysis silahkan baca buku saya: Islam dan Politik

1- Pidato Bu Mega di Majlis Umum PBB cukup bagus, setidaknya ada poin yg mewakili suara mayoritas muslim indonesia yaitu meminta AS bersikap imparsial dalam masalah Israel-Palestina.

Tapi ada hal kecil yg cukup mengganggu, Bu Mega pidato bahasa Inggris, tapi sayangnya cukup banyak cara baca (pronunciation) yg salah (seperti, target dibaca tarjet, practiced (prektis) dibaca prektais, procedural (presijeral) dibaca prosedural- kaya bahasa indonesia aja, agreement dibaca ejrimen, dll). Usul saya, kalo memang kurang mampu baca teks Inggris, kenapa tidak pakai bahasa Indonesia saja? PM India yg inggrisnya bagus saja pake bahasa Hindi, tuh. Atau kalau bersikeras pake Inggris, mbok ya latihan dulu berulang2. Tentu bu mega sadar bahwa kapasitas beliau sebagai pembawa nama indonesia dan juga kebanggaan rakyatnya.

2- Wawancara Menlu Wirayuda di HARD TALK BBC juga cukup bagus tapi kurang menggigit. Sering jawaban beliau terlalu ‘jujur’ dan lugu. Beda sekali dg wawancara Hard Talk dihari berikutnya oleh Menlu Malaysia Syed Hamed Albar yg cukup memenuhi standar Hard Talk dan menunjukkan bahwa beliau ini seorang diplomat ulung tidak hanya dalam bertindak tapi juga dalam berkata-kata, suatu skill yg memang harus dikuasai oleh para diplomat ulung dunia.

3- CNN dalam seminggu ini meluangkan waktu mewawancarai dan meliput berbagai kegiatan sejumlah pejabat lokal indonesia. Salah satu yg menarik adalah liputan CNN terhadap seorang bupati Kebumen, Ibu Sustiningsih. Yg mempunyai program transparansi dan clean-governance di daerahnya. Kedua kebijakannya itu salah satunya berupa, pemilihan PNS (CIVIL SERVANT) berdasarkan asas meritokrasi (mutu) tidak berdasarkan KKN dan dilakukan secara terbuka, termasuk juga dalam penempatan PNS yg biasanya harus nyogok sekian puluh juta, dll. dan bagi yg diketahui melanggar akan dikenakan sangsi berat termasuk dipecat.

Kisah bupati kebumen itu mengajarkan pada kita, bahwa di saat ketika korupsi sudah menjadi hal yg wajar dan umum dilakukan, kita masih punya peluang untuk melawan arus tersebut asal kita memiliki tekad yg bulat, visi yg jelas dan nyali yg tinggi. Tidak ada alasan kita tidak bisa berbuat apa2 demi masa depan bangsa dg alasan karena perilaku KKN sudah terlanjur merata. Tidak ada alasan untuk memaklumi dan memaafkan sebuah kondisi yg buruk. Di sisi lain, saya setuju dg pendapat pak suhadi bahwa untuk dapat merubah kondisi itu, kita harus masuk ke dalam sistem, seperti yg dilakukan oleh Bupati Kebumen tsb.

Dalam penutupnya, CNN mengatakan ‘indonesia is one of the most corrupt countries in the world, Mrs Sustiningsih resolve to have a clean and transparent governance in her region, make a glittering hope to the rest of the country’. Komentar saya atas ucapan CNN ini: if only the indonesian officials have a similar willingness, which is so blurred in the distance future.[]

New Delhi, 26 September 2003

Umum Tags:Refleksi

Post navigation

Previous Post: Hidup Sederhana sebagai Pilihan
Next Post: Dampak Sosial Judi Online (Judol) di Indonesia

More Related Articles

Quote Motivasi Menulis Quote Motivasi Menulis Umum
Ulama yang Salih adalah Wali Allah (Waliyullah) Menengah
Trend Baru Artis Indo: Charity dan Baca Buku! Umum

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Status Hadits Yang Diucapkan Bilal Jumat
  • Hikmah Penundaan Siksa Dunia bagi Pendosa
  • Maksud Hadits Tidak Paham Isi Al-Quran yang Mengkhatamkannya Kurang dari 3 Hari
  • A Prayer for My Sons
  • Kriteria Ulama Besar di Timur Tengah dan Indonesia

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Pengajian 14 Januari 2026: Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari, Al-Umm, Tanya Jawab Agama
  • Sahih Bukhari Kitab Kafalah Hadits No. 2290 dan 2291
  • 21 Hadits Tentang Shalat Witir dalam Kitab Bulughul Maram
  • Pengajian 11 Januari 2026: Muhadzab, Fathul Wahab, Iqna', Konsultasi Islam
  • Pengajian 10 Januari 2026: Tafsir Jalalain Surat Hud Ayat 5 sampai 7 plus Konsultasi Agama

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Peneliti Yaman Bantah Klaim Nasab Lebih Utama daripada Ilmu yang Diatribusikan ke Ibnu Hajar Haitami
  • Dalil Haramnya Mengaku Dzuriyah Nabi Tanpa Bukti Otentik
  • KH Hasyim Asy’ari Tidak Punya Guru dari Kaum Habib Ba’alawi
  • Daftar Kitab Nasab Abad 5 – 10 H Yang Mencatat Dzuriyah Nabi Muhammad
  • Summary of Book Ahlussunnah Wal Jamaah: Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme