Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form
Taktik Pecundang dalam Berdebat: Ad Hominem

Taktik Pecundang dalam Berdebat: Ad Hominem

Posted on August 5, 2024August 5, 2024 By A. Fatih Syuhud

Dalam debat, diskusi dan polemik ada istilah AD HOMINEM. Yaitu, menyerang lawan debat, bukan mengkonter substansi debat.

Perilaku AD HOMINEM adalah tidak etis dan biasanya dilakukan oleh orang yang kalah debat karena kurangnya data dan referensi.

Teks di gambar ini mengingatkan agar kita tidak terjebak dan terpengaruh pada serangan AD HOMINEM atas lawan debat yang mengeritik pribadi lawan debat, bukan mengkonter fakta dan dalil yang diperdebatkan.

SANTRI Pondok Pesantren Al-Khoirot harus fokus pada argumen data ilmiah saat berdiskusi atau berpolemik, tidak terjebak pada perasaan suka/tidak suka, apalagi sampai pada level AD HOMINEM. Karena, VISI ALKHOIROT yang harus dipedomani para santri adalah KEPENTINGAN JANGKA PANJANG: menjunjung tinggi kebenaran berbasis keilmuan untuk menjadi ULAMA-ILMUWAN atau ILMUWAN-ULAMA yang berakhlak mulia. Bukan kepentingan jangka pendek.

KH. Syuhud Zayyadi selalu membiarkan putra-putranya untuk berbeda pendapat dengan beliau asal dalam koridor keilmuan (dengan argumen memakai data dan referensi).

Putra pertama beliau, Kyai Amin Hasan, pada saat muda dulu (sekitar tahun 1970-1980-an) bahkan sering berdebat berjam-jam dengan beliau untuk suatu topik. Dan itu tidak membuat beliau marah, malah saya melihat beliau sangat berbahagia setiap kali ada putranya mendebatnya dalam soal ilmu.

Sekarang ini ada sebagian santri yang demi membela dan menyenangkan guru atau orang yang dihormatinya rela melakukan apapun, termasuk mengorbankan akhlak mulia dalam bentuk melakukan AD HOMINEM pada lawan diskusi. Jangan sampai hal ini dilakukan oleh santri dan alumni Pondok Pesantren Al-Khoirot Itu berlawanan dengan prinsip pesantren dan muassis.

Berbeda pendapat tidak masalah asal disertai dengan data: baik data primer maupun sekunder. Dan menjauhi ad-hominem dalam bentuk apapun.

Mulai sekarang, kalau ada santri yang menyerang pribadi lawan debat, sebutlah Ustadz Ad Hominem. Begitu juga kalau ada lora, gus, kyai, buya, profesor …. 🙂

Umum

Post navigation

Previous Post: Bupati Trenggalek Anak Tukang Becak
Next Post: Billionaires who read many books

More Related Articles

Hadits tentang Keutamaan Ahli Yaman Umum
Negara Terkorup dan Terbersih di Dunia Umum
Apakah ibid masih dipakai? Umum

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Belajar Bahasa Arab Modern
  • Gramatika Bahasa Arab: Ilmu Sharaf
  • Gramatika Bahasa Arab: Ilmu Nahwu
  • Status Hadits Yang Diucapkan Bilal Jumat
  • Hikmah Penundaan Siksa Dunia bagi Pendosa

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Hukum Bermimpi Bertemu Nabi Muhammad Rasulullah
  • Pengajian 14 Januari 2026: Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari, Al-Umm, Tanya Jawab Agama
  • Sahih Bukhari Kitab Kafalah Hadits No. 2290 dan 2291
  • 21 Hadits Tentang Shalat Witir dalam Kitab Bulughul Maram
  • Pengajian 11 Januari 2026: Muhadzab, Fathul Wahab, Iqna', Konsultasi Islam

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Peneliti Yaman Bantah Klaim Nasab Lebih Utama daripada Ilmu yang Diatribusikan ke Ibnu Hajar Haitami
  • Dalil Haramnya Mengaku Dzuriyah Nabi Tanpa Bukti Otentik
  • KH Hasyim Asy’ari Tidak Punya Guru dari Kaum Habib Ba’alawi
  • Daftar Kitab Nasab Abad 5 – 10 H Yang Mencatat Dzuriyah Nabi Muhammad
  • Summary of Book Ahlussunnah Wal Jamaah: Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme