Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form
Kalimat Nominal (Jumlah Ismiyah) dalam Bahasa Arab Amiyah

Bab 2 Gramatika Amiyah Saudi: Kalimat Nominal (Jumlah Ismiyah) dalam Bahasa Arab Amiyah

Posted on July 15, 2024July 15, 2024 By A. Fatih Syuhud

Bab 2 Gramatika Amiyah Saudi: Kalimat Nominal (Jumlah Ismiyah) dalam Bahasa Arab Amiyah Saudi hampir sama dengan kalimat nominal dalam bahasa Arab modern (MSA – Modern Standard Arabic). Yaitu terdiri dari dua unsur: mubtadak (subyek) dan khobar (predikat). Mubtadak biasanya di awal kalimat, sedangkan khobar di akhir kalimat.

Bedanya dengan Arab fusha adalah setiap akhir kata selalu dibaca sukun. Sedangkan Arab fusha, karena mubtadak dan khobar itu statusnya i’rab rofak, maka akhir kata selalu dibaca sesuai alamat rafaknya. Untuk soal ini, silahkan lihat: Tanda I’rab Rafak

Jumlah Ismiyah terbagi tiga jenis: kalimat positif, kalimat tanya, dan kalimat negatif

1.     Jumlah Ismiyah Kalimat Positif (Jumlah Musbatah)

Jumlah Ismiyah Kalimat positif adalah salah satu bentuk kalimat pernyataan yang memberikan informasi yang dianggap benar bagi sang penulis atau pembicara. Biasanya kalimat positif menunjukan sesuatu yang tidak dinegasikan sehingga kata yang biasa digunakan adalah kata yang menerangkan. Lihat contoh berikut:

Arti Arab Saudi
Umar seorang santri Al-Khoirot

عُمَرْ طَالِبْ مَعْهَدْ اَلْخَيْرَاتْ

Fatimah seorang perawat

فَاطِمَةْ مُمَرِّضَةْ

Saya seorang guru

أَنَا مُدَرِّسْ

Kami para guru

إِحْنَا مُدَرِّسُوْنْ

Penting:

  • Harap diperhatikan ini adalah bahasa Arab Amiyah Arab Saudi. Dialek lokal yang digunakan di Arab Saudi terutama Hijaz (Makkah, Madinah, Jeddah)
  • Selalu perhatikan harkatnya saat membaca. Terkadang agak berbeda dengan bahasa Arab standar (fusha).
  • Dalam contoh-contoh di atas, harkat akhir setiap kata selalu sukun.
  • Kembali ke: Cara Mudah Belajar Bahasa Arab Amiyah Saudi
Bahasa Arab, Belajar Bahasa Arab, Pemula, Percakapan Tags:Amiyah Saudi

Post navigation

Previous Post: 21. Cara tanya, apa kamu mengenalku? dan jawabannya | Amiyah Saudi
Next Post: Indeks Tema dalam al-Quran

More Related Articles

ilmu sharaf Gramatika Bahasa Arab: Ilmu Sharaf Bahasa Arab
Djokovic Maju ke Semi Final Wimbledon 2019 8. Djokovic Maju ke Semi Final Tenis Wimbledon Arab Advanced
32. Cara Minta Tolong dalam Bahasa Arab 32. Cara Minta Tolong dalam Bahasa Arab Bahasa Arab

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Kalimat Verbal Masa Sekarang dalam Amiyah Arab Saudi
  • Angka Amiyah Arab Saudi
  • Kalimat Nominal Amiyah Tanya dan Negatif
  • Bahasa Arab Amiyah Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah
  • Belajar Bahasa Arab Modern

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Dua Istilah Haid: Qaul Sahb dan Qaul Laqt/Talfiq
  • Cara Sembuh dari Was-was menurut Ibnu Hajar al-Haitami
  • Menelan Ludah Saat Puasa dan Makmum pada Imam Tidak Fasih
  • Puasa Ramadhan
  • Menghirup air liur di luar bibir saat puasa apa batal?

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Mengatasi Salah Paham Dengan Teman
  • Kebodohan Kyai dan Santri Pendukung Nasab Habaib
  • Nasab Habib Ijmak?
  • Keteguhan Tesis K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani atas Terputusnya Nasab Habib Ba’alwi
  • Imaduddin Hadisussinni karya Kyai Nurkholis Indramayu

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme