Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form

Mendidik Anak Hidup Sederhana ala Menkes Budi Gunadi

Posted on March 9, 2024March 9, 2024 By A. Fatih Syuhud

Membiasakan anak untuk hidup sederhana itu sangatlah penting. Terutama bagi keluarga yang hidup berkecukupan. Sebab, dalam kesederhanaan terdapat nilai-nilai kebaikan yang tak ternilai banyaknya.

Menkes Budi Gunadi ternyata salah satu dari kalangan elite yang membiasakan hidup sederhana pada ketiga anaknya.

Baca juga: Hidup sederhaan sebagai pilihan

Berikut penuturannya pada Mary Riana seperti diliput liputan6.

Budi Gunadi Sadikin mengaku menjalani hidup sederhana yang diterapkan pada ketiga anaknya. Hal itu dikatakan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam wawancara dengan Merry Riana di kanal YouTube Merry Riana, pada Senin, 1 Januari2024.

Meski menjabat sebagai Menteri, Budi tidak membiasakan putra-putrinya untuk hidup bermewah-mewahan. Ia menceritakan semasa menjadi Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, ia tak pernah memberikan fasilitas kendaraan pribadi untuk ketiga anaknya.

“Anak saya di Bandung (dulu). Anak saya nggak saya kasih mobil. Jadi kemana-mana pakai angkot, yang laki yang perempuan sama semua,” ujarnya. “Itu kalau direktur-direktur BUMN yang lain udah kasih mobil. Kalau mereka pulang dijemput, kalau anak saya pulang ya pakai kendaraan umum,” sambungnya.

Mantan Wakil Menteri BUMN itu juga mengungkapkan mendidik putra dan putrinya agar tak berorientasi kepada uang sejak dini. “Jadi memang sudah sejak dini didikannya hidup itu is not everything about money. Gimana caranya kita bisa memanfaatkan uang itu untuk hal lain yang lebih penting, supaya mereka nggak selalu semuanya ngejar materi,” tuturnya.

Bahkan ketika liburan, keluarga Menkes Budi lebih memilih kelas ekonomi. Bukan tidak mampu, tapi dia memandang membeli yang lebih mahal adalah hal yang mubazir.

“Kita kalau liburan juga naik ekonomi juga. Saya bilang ngapain, mendingan uangnya dipake belanja kek pake makan enak atau kasih sumbangan ke yatim piatu, lebih bermanfaat daripada beli yang mahal-mahal,” terang pria berusia 59 tahun itu.

***

Beberapa komentar di Youtubenya Mary Riana dari orang yang tampaknya mengenal keluarga mantan dirut Bank Mandiri ini ternyata membenarkan pernyataan sang menteri.

Yulinnus mengatakan:

Saya mengenal sangat baik Kelg Bpk Budi, saya melihat sendiri bgmn mrk sbg Kelg yg sangat berkecukupan bisa mendidik anak2nya dng agama, adab, etika yg luar biasa baik.
Mereka semua memang orang2 yg humble.
Salut.

Julianakilanmasse memuji cara Pak Budi mendidik anak:

Ini bapa didikannya luar biasa❤
Mengajarkan anak-anaknya tentang bagaimana cara hidup yang sesungguhnya di dunia ini dengan hidup cukup apa adanya bersyukur karena hidup ini memang anugerah Tuhan yang hanya sementara saja di dunia ini ❤
Karena bisa berbagi kepada orang lain yang sangat membutuhkan adalah perbuatan mulia yang mendatangkan kebahagiaan tersendiri pada pribadi kita juga❤
Sukses selalu bapa menteri kesehatan Indonesia bersama keluarga ❤

Totpaid, komentator lain, mengisahkan ayah menkes yang ternyata seorang pendidik:

Bapaknya pak Gunadi seorang pendidik mencetak 1000 doktor s3 di bidang pertanian selama 10 tahun dari tahun 1973 sampai 1974 BUAT INDONESIA DAPAT PENGHARGAAN FAO TAHUN 1984 SALAM DARI WARGA GARUT

Baca juga: Kerja Keras dan Hidup Sederhana Kunci Hidup Bahagia

Umum Tags:Refleksi

Post navigation

Previous Post: Jadi Pengusaha Sukses atau Ilmuwan Top?
Next Post: Blogger Indonesia of the Week (16): Agustinus Wibowo

More Related Articles

Ciri-ciri sikap percaya diri yang sehat Ciri-ciri sikap percaya diri yang sehat Umum
Contoh Teks MC Bahasa Arab Contoh Teks MC Bahasa Arab Arab Advanced
Trend Baru Artis Indo: Charity dan Baca Buku! Umum

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Tangga Menuju Puncak Keilmuan Santri Kyai
  • Belajar Bahasa Arab Modern
  • Gramatika Bahasa Arab: Ilmu Sharaf
  • Gramatika Bahasa Arab: Ilmu Nahwu
  • Status Hadits Yang Diucapkan Bilal Jumat

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Hukum Bermimpi Bertemu Nabi Muhammad Rasulullah
  • Pengajian 14 Januari 2026: Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari, Al-Umm, Tanya Jawab Agama
  • Sahih Bukhari Kitab Kafalah Hadits No. 2290 dan 2291
  • 21 Hadits Tentang Shalat Witir dalam Kitab Bulughul Maram
  • Pengajian 11 Januari 2026: Muhadzab, Fathul Wahab, Iqna', Konsultasi Islam

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Peneliti Yaman Bantah Klaim Nasab Lebih Utama daripada Ilmu yang Diatribusikan ke Ibnu Hajar Haitami
  • Dalil Haramnya Mengaku Dzuriyah Nabi Tanpa Bukti Otentik
  • KH Hasyim Asy’ari Tidak Punya Guru dari Kaum Habib Ba’alawi
  • Daftar Kitab Nasab Abad 5 – 10 H Yang Mencatat Dzuriyah Nabi Muhammad
  • Summary of Book Ahlussunnah Wal Jamaah: Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme