Pemimpin Sukses Selalu Terbuka pada Kritik

TERBUKA PADA MASUKAN POSITIF DAN KRITIK KONSTRUKTIF

The pinnacle of a great leader is realizing they are not always the smartest person in the room and even when they are, it doesn’t mean they will always have the best idea or solution.– anonym

“Puncak kehebatan seorang pemimpin sukses adalah saat dia menyadari bahwa dia tidak selalu yang paling pintar dibanding yang lain. Ini membuka ruang bagi dirinya untuk menerima masukan dan kritik dari siapapun.”

Saat KH. Syuhud Zayyadi pernah dikritik oleh banyak orang karena mendirikan masjid Al-Khoirot (saat itu jarang ada dua masjid dalam satu desa), beliau menyampaikan argumen ilmiahnya secara tertulis dengan kata penutup: “Kalau saya salah saya siap menerima dan mendengar kritik dari anak kecil sekalipun. Dan saya siap merubah pendapat saya apabila pendapatnya yang terbukti benar.”

Faktanya, setelah kejadiann tersebut, langkah KH. Syuhud Zayyadi banyak diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat yang merasa tidak cukup dengan satu masjid. Termasuk Habib Umar Barakwan Banjarejo (alm) yang menurut putranya, Habib Abdullah bin Umar, mendirikan masjid baru karena mengikuti langkah KH. Syuhud Zayyadi tersebut.

Kembali ke laptop, poin utama terpenting adalah sikap terbuka terhadap kritik itu tidak akan menjatuhkan marwah seorang tokoh berpengaruh. Justru akan semakin mengangkat derajatnya. Orang yang memiliki EQ (Emotional Quotient) yg baik tidak akan sulit memahami sebabnya.

Namun demikian, dari pihak pengeritik juga harus tahu diri kalau misalnya usulan dan kritikan yang dilontarkan tidak ditindaklanjuti. Karena, diikuti atau tidak dari suatu usulan itu akan berdasarkan banyak pertimbangan.

Pemimpin Sukses Selalu Terbuka pada Kritik
Scroll to top