Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form

Rendah Hati itu Sehat dan Bermartabat

Posted on March 5, 2024March 5, 2024 By A. Fatih Syuhud

Sikap rendah hati bukan akan membuat kita jatuh martabat, sebaliknya, malah akan membuat kita ‘naik’. Naik kredibilitas, naik martabat, dan yg lebih penting lagi, naik kemampuan dan meningkat kemajuan kita.

Sayangnya, tidak semua orang mengerti bahwa rendah hati dan low-profile itu identik dengan kemajuan dan progressifitas. Karena itu, tidak jarang kita salah memahami logika realitas kehidupan. Bagi yang berpendidikan rendah itu dapat dipahami, tapi agak aneh kalau sudah berpendidikan tinggi masih tidak bisa bersikap rendah hati.

Apa tanda orang yang tidak rendah hati? Beberapa poin di bawah ini bisa dijadikan tolok ukur:

1. Tidak menerima kritikan walaupun konstruktif. Ketika menerima kritik hal pertama yg dilakukan adalah menolak dan mencari alasan apologetik untuk menutupi kelemahannya;

2. Tidak mau menerima kelebihan yg dimiliki orang lain. Idealnya, setiap kelebihan positif yg dimiliki orang lain hendaknya dikagumi. Mengagumi kelebihan orang lain akan membuat kita terobsesi untuk meneladani. Sebagai contoh, saya yang sombong sangat mengagumi sikap rendah hati Jusman. saya mengaguminya dalam bidang ini, dan saya berusaha sebisa mungkin untuk menirunya. Saya juga mengagumi energi tinggi yg dimiliki Wisnu Setiawan, saya ingin seperti dia. Saya mengagumi ketabahan hati Rizqon Khamami, saya mengaguminya; saya juga mengagumi kedermawanannya.

Mari kita belajar rendah hati, dengan cara mengagumi dan mengapresiasi kelebihan rekan-rekan kita yg tidak kita miliki.

Bahasa Arab Tags:Refleksi

Post navigation

Previous Post: Perlunya Menerima Kritik dengan Terbuka
Next Post: Blogger Indonesia of the Week (8): Isnaini

More Related Articles

Me 2. Argentina Taklukkan Qatar 2-0 Arab Advanced
Kaidah Angka BIlangan dalam Bahasa Arab Kaidah Angka Bilangan dalam bahasa Arab Bahasa Arab
Percakapan Telpon di Rumah Sakit dalam bahasa Arab 17. Percakapan Telpon di Rumah Sakit dalam bahasa Arab Bahasa Arab

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Angka Amiyah Arab Saudi
  • Kalimat Nominal Amiyah Tanya dan Negatif
  • Bahasa Arab Amiyah Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah
  • Belajar Bahasa Arab Modern
  • Tangga Menunggu Puncak Keilmuan di Pesantren

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Sahih Bukhari Maksud dari QS An-Nisa 4:33
  • Hukum Bermimpi Bertemu Nabi Muhammad Rasulullah
  • Pengajian 14 Januari 2026: Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari, Al-Umm, Tanya Jawab Agama
  • Sahih Bukhari Kitab Kafalah Hadits No. 2290 dan 2291
  • 21 Hadits Tentang Shalat Witir dalam Kitab Bulughul Maram

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Peneliti Yaman Bantah Klaim Nasab Lebih Utama daripada Ilmu yang Diatribusikan ke Ibnu Hajar Haitami
  • Dalil Haramnya Mengaku Dzuriyah Nabi Tanpa Bukti Otentik
  • KH Hasyim Asy’ari Tidak Punya Guru dari Kaum Habib Ba’alawi
  • Daftar Kitab Nasab Abad 5 – 10 H Yang Mencatat Dzuriyah Nabi Muhammad
  • Summary of Book Ahlussunnah Wal Jamaah: Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme