Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form
Ciri-ciri sikap percaya diri yang sehat

Ciri-ciri sikap percaya diri yang sehat

Posted on June 16, 2024June 17, 2024 By A. Fatih Syuhud

Minder dan Self-Esteem (2)

Self-esteem merupakan sikap jalan tengah (middle path). Ia berada di antara dua ekstrimitas sikap “anti-sosial”: minder dan sombong. Jadi, seorang dg self-esteem sempurna tidak akan minder atas kekurangan yg dimiliki, tapi juga tidak akan sombong pada kelebihan yg disandang. Ia akan merasa “bebas” untuk bergaul dg siapa saja; tanpa memandang kelebihan atau kekurangan materi, tanpa melihat kelebihan atau kekurangan fisik, tanpa peduli dg kelebihan atau kekurangan jabatan atau titel rekan bergaulnya.

Pelaku self-esteem akan menghargai seseorang dari segi kemanusiaannya: bahwa setiap orang diciptakan sama dan patut mendapat respek yg tidak beda.

Dg demikian, seorang diplomat dg self-esteem tinggi akan dg mudah bergaul dg sesamanya; sama mudahnya dg ketika ia bergaul dg lokal staf dan rakyat jelata yg miskin papa dan berbaju lusuh. Begitu juga, seorang mahasiswa/rakyat biasa akan merasa “biasa-biasa saja” ketika bergaul dg pejabat tinggi, kalangan pebisnis, dan tokoh-tokoh besar. Sama biasanya dg ketika ia bergaul dan berbicara dg seorang gelandangan atau tukang becak. Karena kepribadian dg tipe ini selalu menghormati orang karena “manusia”-nya, bukan karena jabatan, titel, atau penampilan fisiknya. Dg kata lain, perilaku self-esteem akan menempatkan kata “martabat dan gengsi” pada makna yg riil, bukan makna yg artifisial.

Di India, saya melihat Bapak Uton Rifai, mantan direktur WHO (world health organisation) Asia-Pacific bisa menjadi contoh tokoh besar yg memiliki self-esteem tinggi. Beliau bisa akrab dg siapa saja: dari mulai kalangan pejabat nasional maupun internasional sampai dg kalangan kami-kami, para mahasiswa India yg dikenal sebagai mahasiswa miskin dan “tidak perlente” (setidaknya demikian gumaman “ringan” sebagian kalangan diplomat yg tak perlu saya sebut namanya di sini).

Pak Uton, demikian kami biasa memanggil, di sela-sela aktivitas internasionalnya yg super sibuk, sering mengundang kami untuk sekedar ngobrol, membagikan majalah terbitan Indonesia, memberi nasihat dan wawasan dan berbagi pengalaman. Beliau sering cerita banyak hal; dari pertemuannya dg berbagai tokoh dunia, trik-trik melobi tingkat tinggi, sampai perkembangan mutakhir pergeseran politik nasional/internasional.

Kalau kita membaca profil/biografi tokoh-tokoh besar kita yg berlevel internasional seperti Bung Karno (Penyambung Lidah Rakyat Indonesia as told to Cindy Adams, Gunung Agung, 1990), Prof.Dr. Buya Hamka (Pribadi, pustaka Panjimas, 1990); KH Abdurrahman Wahid (Bunga Rampai Pesantren, 1989); dll., maka kita akan melihat pakem (pattern) gaya hidup dan gaya bergaul yg hampir sama: populis, egalitarian, merakyat, rendah hati, kemauan tinggi, percaya diri tinggi.

Ciri-ciri sosok self-esteem yg ideal.

Dari sekian banyak buku-buku biografi/otobiografi tokoh besar yg pernah saya baca, otobiografi Buya Hamka adalah yg paling menarik dan berkesan . Apa yg menarik adalah karena dia memulai semuanya dari nol. Hamka muda mengawali masa remajanya dg tidak menyenangkan: ia terkena cacar, sehingga merasa kurang pede untuk mendekati sang gadis pujaan. Mindernya juga berkaitan dg hal-hal lain, seperti dalam pergaulan, tampil di muka umum, dll. Tapi ada satu hal yg membuatnya lain: kemauan tinggi untuk berubah dan determinasi tinggi untuk maju. Dari kedua poin ini dia melangkah. Dan sukses besar.

Hamka kemudian menjadi orang pertama yg mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al Azhar, Mesir karena berbagai karya buku-bukunya yg brilian. Ia kemudian mendapat gelar Doktor dari sebuah universitas Malaysia karena karya penelitiannya yg orisinal dan langka tentang perkembangan sastra melayu.Ia juga menjadi andalan rezim Sukarno dan rezim Suharto untuk berkomunikasi dg kalangan pejabat Timur Tengah. Walaupun dia tidak memiliki jabatan formal apapun di pemerintahan.

Buku-buku karyanya banyak, lebih dari 200-an buku telah ditulisnya. Dalam masyakarat, ia juga menjadi tokoh yg dihormati rakyat karena merakyatnya; disegani pejabat karena ketegasan prinsipnya. Waktu menjadi ketua MUI (majelis ulama indonesia), ia tidak mau digaji, dan mengundurkan diri karena merasa ditekan. Dan, sekedar Anda tahu, semua pencapaian intelektualnya itu dicapainya tanpa melalui pendidikan formal. Modalnya cuma satu: determinasi tinggi dan keyakinan kuat bahwa siapapun akan dapat mencapai mimpinya asal kerja keras: tidak banyak buang waktu, tabah, banyak membaca dan berkarya. Salah satu sikap self-esteem yg patut ditiru oleh kita, mahasiswa, masyarakat dan alumni India. Ditiru dan diteladani oleh kita. Dari sekarang.[]

New Delhi, Minggu, 29 Agustus 2004

Umum Tags:Refleksi

Post navigation

Previous Post: Dampak Sosial Judi Online (Judol) di Indonesia
Next Post: Perilaku Hidup yang Sportif

More Related Articles

Daftar Kitab Biografi Rasulullah (Sirah Nabawi) Daftar Kitab Biografi Rasulullah (Sirah Nabawi) Arab Advanced
Rendah Hati dan Sombong menurut Rasulullah Arab Advanced
Lebih Baik Memberi daripada Menerima Lebih Baik Memberi daripada Menerima Umum

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Kalimat Verbal Masa Sekarang dalam Amiyah Arab Saudi
  • Angka Amiyah Arab Saudi
  • Kalimat Nominal Amiyah Tanya dan Negatif
  • Bahasa Arab Amiyah Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah
  • Belajar Bahasa Arab Modern

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • Hukum Memakai Sepatu Sandal saat Ihram Umrah dan Haji
  • Pengajian Kitab Kuning Tafsir Jalalain oleh Pengasuh Pesantren
  • Jual Beli Emas secara Cicilan
  • Hukum Emas Digital dan Jual Beli Emas secara Cicilan
  • Jual Beli Emas secara Online

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Mengapa Habib Baalawi dan Muhibin Menolak Kajian dan Data Ilmiah
  • Jejak Syiah di Balik Pengarang Simṭud Durar
  • Mengapa Ulama Dahulu Menerima Klaim Ba‘alawi sebagai Cucu Nabi?
  • Ketika Banyak Kiai NU Memilih Ilmu, Bukan Darah Keturunan
  • Kemungkinan Mengapa DNA Bani Hasyim Ada Yang Berhaplogrup Bukan J1.

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme