Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form

Logika Orang Melayu

Posted on June 23, 2024 By A. Fatih Syuhud

Adakah hubungan antara Ajay Devgan (suami Kajol dan
bintang terkenal Bollywood) dan orang melayu? Tentu
saja tidak ada. Secara geografis jauh. Dan secara
etnis juga tidak berkaitan baik dari tinjauan empiris
maupun sosiologis dan antropologis.

Justru karena itulah, saya terheran-heran melihat mata
Izam yg berbinar penuh kekaguman, mulutnya tak
henti-hentinya tersenyum penuh keriangan kala melihat
Ajay Devgan menyanyikan sebuah lagu berbahasa Inggris
di MTV dg mimik Ajay yg khas dan manis.

Saya tanya pada Izam faktor yg membuat dia begitu
mengidolakan Ajay. “Saya kagum pada Ajay karena dia
suaminya Kajol.” Bingung juga saya mendengar logika
ini, dan lebih bingung lagi saat dia menambahkan, “Dan
saya suka Kajol karena Kajol sering main film dg idola
abadi saya, sang Maharaja Shakh Rukh Khan.”

Hm, sekarang saya mulai mengerti logika orang melayu
yg berputar-putar. Saya pun mencoba mewawancarai orang
melayu satunya lagi, Khairurrazi atau Rozi, seorang
mahasiswa di Aligarh Univ.

Pertama saya tanya apa dia menyukai Ajay?
“Ostosmastis!” katanya dg serius dan tegas. Apa
alasannya? “Saya suka senyumnya yg manis dan
mengundang belas kasihan.” Apa itu penyebab utama?
tanya saya. “Oh tentu saja bukan. Yg utama adalah
karena dia suami Kajol. Dan Kajol itu bintang idola
pacar saya ..” (dia kemudian menyebut nama seorang
gadis seberang– red.)

Hm, rupanya logika tak langsung ini memang ciri khas
orang melayu. Saya tambah penasaran, apakah cuma orang
Melayu yg punya pola pikir semacam itu. Saya pun
mencoba mewawancarai Musrijal, seorang mahasiswa
Ekonomi di Aligarh Univ.). yg asli Aceh dan terkenal
dg gelar “pujangga diary” krn. suka nulis diary.

Rijal suka Ajay Devgan? tanya saya. Jawabnya cukup
aneh, “Saya terkadang suka terkadang benci!” katanya.
Lho, kok bisa? “Iya, karena Ajay kan suami Kajol. Dan
Kajol itu mirip pacar saya di Aceh (nama
disensor–red). Setiap saya kangen doi, saya kangen
Ajay. Dan setiap saya benci doi (krn. habis berantem)
saya pun benci Ajay.”

Wah, luar biasa pikir saya. Benci dan cinta terkadang
bisa pakai perantara… Membenci dan mencintai seorang
individu ternyata tak harus karena kekurangan dan
kesalahan yg kita lakukan atau kelebihan yg kita
miliki tapi bisa jadi karena kita berteman atau
temannya teman yg melakukan kesalahan atau memiliki
kelebihan. Fenomena semacam ini kadang terjadi, walau
tidak umum.

Namun, satu hal yg mirip dari tiga orang yg saya
wawancarai di atas adalah bahwa mereka sama-sama
sayang dan mengidolakan Ajay. Betulkah semua suka
Ajay? Untuk menghilangkan rasa penasaran saya, saya
coba mewawancarai Rizqon Khamami asal Jawa Tengah,
mahasiswa JMI, penulis nasional dari India yg paling
produktif. Kembali saya ajukan pertanyaan yg sama soal
Ajay. Jawabnya membuat saya kaget “Saya benci Ajay!
Benci sekali!”

Lebih aneh lagi ketika saya tanya alasannya. “Karena
setiap melihat Ajay, saya jadi ingat Nazar!” Saya pun
cepat pamit pulang, tak berani saya bertanya lebih
lanjut, mengapa dia membenci Nazar.

p.s. Bagi yg belum kenal, Nazar adalah mantan Ketua
PPI-India setelah Qisai (tahunnya lupa).

New Delhi, 10 April 2005

Umum Tags:Refleksi

Post navigation

Previous Post: Kepandaian Bergaul Salah Satu Kunci Sukses
Next Post: Semua Pejabat Korup sampai Terbukti Sebaliknya

More Related Articles

Habib Alawi bin Segaf Al-Jufri Umum
Ucapan Imam Syafi’i: Hadits Sahih adalah Mazhab-ku Umum
Dosa Besar Menasabkan Diri pada Nabi secara Dusta Dosa Besar Menasabkan Diri pada Nabi secara Dusta Umum

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Status Hadits Yang Diucapkan Bilal Jumat
  • Hikmah Penundaan Siksa Dunia bagi Pendosa
  • Maksud Hadits Tidak Paham Isi Al-Quran yang Mengkhatamkannya Kurang dari 3 Hari
  • A Prayer for My Sons
  • Kriteria Ulama Besar di Timur Tengah dan Indonesia

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • 21 Hadits Tentang Shalat Witir dalam Kitab Bulughul Maram
  • Pengajian 11 Januari 2026: Muhadzab, Fathul Wahab, Iqna', Konsultasi Islam
  • Pengajian 10 Januari 2026: Tafsir Jalalain Surat Hud Ayat 5 sampai 7 plus Konsultasi Agama
  • Hadits tentang Sedekah Istri dari Uang Nafkah Suami
  • Terjemah Kitab Al-Suyuf Al-Mujliyah karya Yasin Al-Kalidar tentang Batalnya Nasab Baalawi

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Peneliti Yaman Bantah Klaim Nasab Lebih Utama daripada Ilmu yang Diatribusikan ke Ibnu Hajar Haitami
  • Dalil Haramnya Mengaku Dzuriyah Nabi Tanpa Bukti Otentik
  • KH Hasyim Asy’ari Tidak Punya Guru dari Kaum Habib Ba’alawi
  • Daftar Kitab Nasab Abad 5 – 10 H Yang Mencatat Dzuriyah Nabi Muhammad
  • Summary of Book Ahlussunnah Wal Jamaah: Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme