Skip to content
logo 1

fatihsyuhud.com

Sidenotes in English, Arabic and Bahasa

  • Home
  • Bahasa Arab
    • Pemula
    • Percakapan
    • Gramatika
    • Menengah
  • Arab Advanced
    • Cara Berlatih Kalimat Verbal dan Nominal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sains
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Badminton
      • Bola basket
      • Bola Voli
  • Buku
    • Ahlussunnah Wal Jamaah
    • Jihad Keluarga
    • Islam dan Politik
    • Akhlak Rasul dan Para Sahabat
    • Arab Modern dan Amiyah
    • Pendidikan
    • Bahagia
    • Keluarga Sakinah
    • Kebangkitan Islam dengan Pendidikan
    • Akhlak Mulia
    • Wanita Muslimah
    • Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
  • About
    • About Me
    • Publications
    • Arabic
    • BOW
    • Privacy Policy & Contact
  • English
  • Toggle search form

Sportif: Legawa saat Kalah, Rendah Hati saat Menang

Posted on March 31, 2024 By A. Fatih Syuhud

Tadi malam saya kedatangan tamu terhormat yaitu pengamat politik dan olahraga PPI India, Sdr. Asnadi Hasan. Kami berdiskusi panjang tentang berbagai hal, termasuk soal Aceh, Takengon, GAM dan MoU. Obrolan panjang yg ditemani isapan rokok dan segelas chai itu,
seperti biasa, sangat mengasyikkan.

Namun, yg paling menarik adalah ketika Asnadi mulai membahas tentang pemain cricket asal Trinidad (West Indies), Brian Lara, yang baru saja memecahkan rekor sebagai the leading run scorer of all time in Test Cricket. Dan oleh banyak pengamat cricket dunia Brian Lara dianggap sebagai the best and the most quixotic cricketer of all time.

Penasaran, saya pun melihat siaran highlight pertandingan antara tim Australia dan West Indies tsb pada malam harinya.

Ada suasana menarik saat Brian Lara mencapai run score 215, yang menandai terlewatinya rekor leading run scorer sebelumnya yg dipegang oleh Allan Border dari Australia. Penonton di stadium Adelaide, Australia (baca: bukan pendukung Brian Lara) serentak berdiri memberikan standing ovation (tepuk tangan serempak sambil berdiri dalam beberapa menit, ini bentuk
penghargaan tertinggi yg diberikan penonton); tim criket Australia juga secara sportif memberikan applause. Pada saat yg sama, Brian Lara yg sedang menikmati kemenangan dan kemegahan saat itu mengangkat tangan dg raut muka gembira tapi tidak berlebihan.

Itulah yg disebut dalam bahasa Inggris dg sikap sportmanship, atau sportif dalam bahasa kita. Penonton Australia sebenarnya ingin melihat pemain atau timnya sendiri yg menang dan mencapai kemegahan itu. Tapi, itu tidak menutup hati mereka untuk memberi penghargaan pada “musuh”nya apabila memang berhak mendapatkan apresiasi itu.

Begitu juga, tim Australia–sebagaimana tim olahraga manapun–bertanding untuk menang. Selain itu, tim cricket Australia adalah tim yg dikenal paling kompetitif dan karena itu dalam dekade terakhir mendominasi dan selalu menempati ranking tertinggi. Tentu “sakit” melihat pemain dari tim lain yg mendapat penghargaan. Apalagi, Brain Lara “merampas” rekor itu
dari Allan Border, pemain cricket pujaan mereka. Namun, hal itu tidak menghalangi mereka untuk respek dan mengapresiasi prestasi yg dicapai Lara.

Di sisi lain, Brian Lara, seperti halnya figur-figur besar dalam sejarah, memandang suatu pencapaian hanyalah tahapan menuju pencapaian berikutnya yg lebih tinggi.Tidak perlu disikapi secara berlebihan, walaupun tetap harus disyukuri. Dan karena itu, figur semacam ini selalu mencapai hal-hal yg belum pernah dicapai sebelumnya.

Dalam dunia olahraga, sikap yg ditunjukkan penonton dan tim Australia yg ikut bahagia dg keberhasilan Brian Lara; dan sikap Lara yg tidak berlebihan dalam menyikapi kesuksesan adalah sikap sportmanship yg selalu “graceful in defeat & magnanimous in victory” (berlapang dada ketika “kalah”, dan tidak berlebihan serta tetap terkontrol ketika “menang”).

Suatu sikap yg secara universal diakui sebagai mengandung nilai karakter moral tinggi. Dan karena itu, patut diimplementasikan dalam kehidupan keseharian kita.***

Umum Tags:Refleksi

Post navigation

Previous Post: Spirit Petarung dalam Diri Generasi Muda
Next Post: Feodalisme Klasik dan Modern

More Related Articles

Taktik Pecundang dalam Berdebat: Ad Hominem Taktik Pecundang dalam Berdebat: Ad Hominem Umum
Cara Agar Produktif Menulis Umum
Peringatan Hari HIV AIDS buat apa? Umum

Daftar Isi

  • Refleksi
  • English Notes
  • Belajar Bahasa Arab bagi Pemula
  • Bahasa Arab Media (Tingkat Lanjut)
  • Bahasa Arab Saudi (Amiyah)

Trending

Most Recent

  • Status Hadits Yang Diucapkan Bilal Jumat
  • Hikmah Penundaan Siksa Dunia bagi Pendosa
  • Maksud Hadits Tidak Paham Isi Al-Quran yang Mengkhatamkannya Kurang dari 3 Hari
  • A Prayer for My Sons
  • Kriteria Ulama Besar di Timur Tengah dan Indonesia

About Fatih Syuhud


A. Fatih Syuhud (full name: Ahmad Fatih Syuhud) is an Indonesian Islamic scholar, educator, prolific author, and the director of Pondok Pesantren Al-Khoirot in Malang, East Java, Indonesia.He is known for his work in Islamic studies, pesantren (Islamic boarding school) education, and writing extensively on topics related to Islam, tafsir (Quranic exegesis), education, history, and contemporary Muslim issues.

All his published books are also available online here.

alkhoirot.net

  • 21 Hadits Tentang Shalat Witir dalam Kitab Bulughul Maram
  • Pengajian 11 Januari 2026: Muhadzab, Fathul Wahab, Iqna', Konsultasi Islam
  • Pengajian 10 Januari 2026: Tafsir Jalalain Surat Hud Ayat 5 sampai 7 plus Konsultasi Agama
  • Hadits tentang Sedekah Istri dari Uang Nafkah Suami
  • Terjemah Kitab Al-Suyuf Al-Mujliyah karya Yasin Al-Kalidar tentang Batalnya Nasab Baalawi

fatihsyuhud.net

  • Biography of Ahmad Fatih Syuhud
  • Buku Ahlussunnah Wal Jamaah: Toleran, Moderat, Cinta Damai
  • Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Tua, Pejabat
  • Sikap Anak Muslim pada Orang Tua Non-Muslim
  • Hukum Tahlilan dan Syukuran menurut Pandangan Ulama Aswaja dan Salafi (Non-Wahabi)

islamiy.com

  • Peneliti Yaman Bantah Klaim Nasab Lebih Utama daripada Ilmu yang Diatribusikan ke Ibnu Hajar Haitami
  • Dalil Haramnya Mengaku Dzuriyah Nabi Tanpa Bukti Otentik
  • KH Hasyim Asy’ari Tidak Punya Guru dari Kaum Habib Ba’alawi
  • Daftar Kitab Nasab Abad 5 – 10 H Yang Mencatat Dzuriyah Nabi Muhammad
  • Summary of Book Ahlussunnah Wal Jamaah: Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai

Copyright © 2026 fatihsyuhud.com.

Powered by PressBook Green WordPress theme